Berita Banjarmasin

Rawat Kebhinekaan, Raja Sultan Datu Hingga Budayawan Dipertemukan di Kalsel

Temu Tokoh Raja, Sultan, Datu, Penglisir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan dan Ormas Bidang Kebudayaan Daerah di Royal Jelita Hotel Banjarmasin

Rawat Kebhinekaan, Raja Sultan Datu Hingga Budayawan Dipertemukan di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Para penari Baksa Kembang serahkan rangkaian bunga kepada tamu kehormatan. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI menggelar Temu Tokoh Raja, Sultan, Datu, Penglisir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan dan Ormas Bidang Kebudayaan Daerah di Royal Jelita Hotel Banjarmasin, Kamis (19/9/2019).

Baca: Lahan Sawit Terbakar, Polda Kalteng Proses Hukum 15 Perusahaan, Lakukan Ini Bersama Tenaga Ahli

Acara dibuka Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri RI, Didi Sudiana, SE, MM.

Hadir dalam gelaran tersebut staf ahli bidang Pemeintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Drs Gusti Syahyar MSi, Ketua Forum Silaturrahmi Kesultanan Nusantara, Sultan Haji Khairul Saleh, Pangeran HG Rusdi Effendi AR, Kesultanan Yogyakarta, Lombok, Kaltim serta datu, pemangku adat, budayawan, ormas bidang kebudayaan di Kalsel.

Ketua Panitia Pelaksana, Dra Eny Yuniarti mengatakan, kegiatan ini digelar bertujuan untuk menjalin silaturrahmi antara pemerintah dengan raja, sultan, datu, penglesir, pemangku ada istiadat, budayawan maupun ormas dalam melestarikan kebudayaan daerah.

Baca: Keterbatasan Armada, DLH Balangan Tak Bisa Ambil Sampah Tepat Waktu

Baca: Kondisi Psikologis Betrand Peto Dikhawatirkan Ruben Onsu, Teman Ayu Ting Ting Singgung Soal sang Ibu

Baca: Risty Tagor Tiba-tiba Dililit Ular Piton Raksasa di Leher, Ketakutan karena Sambil Gendong Anak

"Juga demi terwujudnya kebersamaan persepsi sikap dan dukungan kerjasama, sinergi dengan raja, sultan, datu, penglesir, pemangku adat istiadat, budayawan maupun ormas," tegasnya.

Ada pun tema kegiatan, merawat Kebhinnekaan, merawat Indonesia menuju Indonesia Unggul.

Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri RI, Didi Sudiana, SE, MM mengatakan forum temu tokoh, raja, sultan, datu, penglesir, pemangku adat istiadat, budayawan dan ormas sangat penting dalam pemahaman dan kesadaran khazanah ke Indonesian.

"Semoga dalam forum ini akan ditemukan solusi alternatif dalam mengakomodasikan serta menginternalisasi khazanah lokal untuk merespons tuntutan global dan modernitas," tandasnya.

Selain itu, meningkatnya aktualisasi nilai-nilai luhur, budi pekerti dan karakter bangsa dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya daerah dalam bingkai NKRI.

"Sehingga terciptanya Ketahanan Seni Budaya Nasional disegala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Usai pembukaan dilanjutkan dialog dengan nara sumber Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dengan judul Nilai-nilai Akar Budaya sebagai Sumber Intergrasi Bangsa.

Lalu, Dr Ir KRAy Nani Widayati Priyomarsono MT, Akademisi dengan judul Perkara Warisan Budaya Dalam Mendukung Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Baca: Perubahan Sifat Paula Verhoeven Saat Hamil Diungkap Baim Wong, Sebut Soal Jenis Kelamin

Baca: Warga Kaget, Tukang Urut di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Tiba-tiba Meregang Nyawa

Baca: Digerebek di Rumah di Sungai Pandan HSU, Pelaku Ini Kedapatan Simpan 15 Paket Sabu

Selanjutnya, Dr Taufik Arbain, MSi, staf khusus Gubernur Kalsel dengan tema Peran Pemerintah Daerah Dalam Akulturasi Budaya Asli, Pendatang dan Asing.

Sujiwotejo, budayawan mengangkat tema Membangun Harmoni dalam Merajut Kebhinekaan dan terakhir Dody Budiatman berjudul Peran Lembaga Sensor Film Dalam Filter Penetrasi Budaya Asing Melalui Film. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved