Berita Regional

Orangtua Paksa Anak Mengemis, Dirantai Jika Uang Kurang Rp100 Ribu, Hasilnya Buat Beli Sabu dan Judi

Uang hasil mengemis itu digunakan untuk membeli sabu dan digunakan ayah tiri bocah tersebut, MI serta untuk dipakai main judi.

TribunKaltim.Co/HO/Kompas.Com
Polisi membawa tersangka UG, ibu yang menyuruh anaknya mengemis di Mapolres Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ACEH UTARA – Ibu kandung MS, bocah 9 tahun asal Kota Lhokseumawe, UG ternyata memaksa anaknya untuk mengemis. 

Uang hasil mengemis itu digunakan untuk membeli sabu-sabu dan digunakan ayah tiri bocah tersebut, MI serta untuk dipakai main judi.

"Begitu dia pulang,ibunya langsung ambil uang buat beli sabu. Hasil tes urine ibunya juga positif sabu. Ayahnya pakai uang hasil mengemis anaknya itu main judi," ujar Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, Sabtu (21/9/2019).

Dilansir dari Kompas.Com, dia menyebutkan, jika MS tidak membawa uang saat pulang, maka ibu dan ayah tirinya akan memukulnya.

"Bahkan pernah dipukul dengan palu. Ini sungguh memilukan," katanya.

Baca: Mbak Cantik Berseragam PNS Pemeran Video Dalam Mobil Syok, Mengaku Tak Tahu Adegan Syurnya Direkam

Namun sampai saat ini, pelaku tidak mengakui perbuatannya. Mereka bersikukuh tidak menyuruh anaknya mengemis. Anaknya juga dirantai karena tidak mau dipaksa untuk mengaji.

"Itu hak dia membantah. Namun alat bukti yang kita punya menunjukan lain. Keduanya ditahan di Mapolres untuk penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan MI dan UG, asal Desa Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe ditangkap karena menyiksa anaknya MS.

Penyiksaan itu dilakukan ketika MS tidak membawa uang hasil mengemis. Keduanya memaksa MS mengemis sejak dua tahun terakhir.

Minimal Harus Bawa Uang Rp 100 Ribu

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved