Berita Banjarbaru

IPK Dyah Retno Nyaris Sempurna, Lulusan Terbaik Apoteker Angkatan IV Program Studi Profesi Apoteker

Dirinya berhasil meraih IPK tertinggi dengan nilai 3.99 pada sumpah apoteker angkatan IV PSPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Penulis: Aprianto | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasin post group/aprianto
Tiga mahasiswa terbaik Program Studi Profesi Apeter FMIPA ULM mendapat penghargaan 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Usaha dan kerja keras Dyah Retno Widyastuti dalam menuntut ilmu pada Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat membuahkan hasil.

Dirinya berhasil meraih IPK tertinggi dengan nilai 3.99 pada sumpah apoteker angkatan IV PSPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat.

Kegiatan pengambilan sumpah apoteker angkatan IV PSPA FMIPA ULM yang dilaksanakan di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Rabu, (25/9). Posisi kedua terbaik diraih
Ana Ulfah dengan IPK 3.95 dan posisi ke tiga diraih Cynthia Dwi Rochmah dengan IPK 3.89.

"Alhamdulillah dan tidak menyangka akan mendapatkan nilai IPK terbaik. Semoga ini akan menjadi pelejut dan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat dan mengamalkan ilmu yang sudah kita dapat di bangku kuliah," kata Retno, Kamis, (26/9).

Baca: Tren Harga Selalu Naik, Ini Keuntungan Berinvestasi Emas Bagi Milenial

Baca: Prof Azyumardi Azra: Tak Satupun Rektor Bersuara saat Mahasiswanya Demo Soal Isu Pelemahan KPK

Baca: Polda Kalsel Segel Areal PT MIB dan PT BIT Setelah Periksa Sampel Tanah dan Arang

Dikatakannya semoga dengan menjadi apoteker bisa yang mencari materi tanpa melanggar hukum, tanpa melanggar hak orang lain. Mampu menyerap sebanyak mungkin pengalaman, ilmu pengetahuan, kebaikan, dan dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.

"Semoga kita bisa menjadi apoteker yang dapat bersikap asertif ketika dilanda konflik, mampu menanamkan nilai-nilai 10 stars pharmacist, mengambil keputusan dengan pertimbangan matang, dan selalu menjadikan pengalaman sebagai suri tauladan," katanya.

Perjuangan panjang untuk menyematkan gelar Apoteker pada akhir nama kami tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak. Baik itu rektor dan jajaran civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat, instansi, preceptor, dosen pengajar, dosen pengajar, serta orang tua dan pendamping mahasiswa tentunya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada rektor beserta jajaran civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat yang telah menyediakan fasilitas penunjang dalam pendidikan kami. Kami mohon, doakan kami agar menjadi Apoteker yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat Difa Intannia, M. Farm-Klin., Apt mengatakan ada 39 orang yang menjalani sumpah apoteker angkatan IV PSPA FMIPA ULM.

Mahasiswa yang mengikuti sumpah apoteker ini terdiri dari 12 orang laki-laki dan 27 orang perempuan.

"Mahasiswa yang lulus dengan predikat pujian ada 10 orang, sangat memuaskan 21 orang dan memuaskan sejumlah 8 orang," katanya

Pihaknya mengucapkan selamat kepada tiga lulusan terbaik. Selamat kepada seluruh lulusan dan rasa bangga kepada seluruh lulusan atas pencapaian yang sudah diraih oleh angkatan IV yang mengikuti ujian kompetensi apoteker Indonesia metode CBT.

Baca: Ribuan Mahasiswa Kalsel Kembali Gelar Unjuk Rasa Menolak RUU ke Gedung DPRD Kalsel

Baca: Beragam Pilihan Investasi Emas Bagi Milenial, Tidak Perlu Rogoh Kocek Dalam-dalam

Para calon apoteker telah menempuh pendidikan yang panjang sejak S1 hingga profesi sampai akhirnya dapat disumpah menjadi seorang apoteker.

"Semoga semua proses yang telah dilalui dapat menjadi bekal untuk menjadi seorang apoteker profesional yang bertanggung jawab. Semoga ilmu yang sudah didapatkan dapat membawa manfaat bagi pribadi, keluarga bangsa dan negara," lanjutnya.

Pengucapan sumpah sebagai seorang apoteker bukanlah akhir, namun merupakan awal bagi sejawat apoteker baru.

Pihaknya berpesan, jadilah seorang profesional kesehatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemanusiaan, beretika dan bermartabat. Jadilah seseorang yang tidak hanya berilmu tapi juga beriman. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved