Berita Banjarmasin

Jika Asap Karhutla Masih Pekat, Disdik Kalsel Ijinkan Kepsek Liburkan Sekolah

Disdik Provinsi memperkenankan setiap sekolah untuk melibutkan proses pembelajaran jika kabut asap tebal terjadi.

Jika Asap Karhutla Masih Pekat, Disdik Kalsel Ijinkan Kepsek Liburkan Sekolah
banjarmasinpost.co.id/acm
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Yusuf Effendi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sempat membuat ribuan masyarakat Kalsel harus berobat ke fasilitas kesehatan akibat gangguan pernafasan.

Seperti dijelaskan Ketua IDI Kalsel, Dr M Rudiansyah M.Kes,Sp. PD-FINASIM, resiko timbulnya penyakit ISPA akibat terpapar asap Karhutla lebih besar pada anak-anak dan remaja dibanding orang dewasa.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel menerbitkan surat edaran kepada Seluruh Kepala SMA, SMK dan SLB di Kalsel terkait kebijakan kegiatan belajar-mengajar selama bencana kabut asap.

Dimana pada salah satu poin dalam surat tersebut menyatakan memperbolehkan kepada Kepala Sekolah untuk mengurangi jam belajar-mengajar atau meliburkan kegiatan belajar-mengajar jika intensitas kabut asap dinilai membahayakan.

Baca: SESAAT LAGI Link Indosiar! Link Live Streaming TV Online Borneo FC vs Persija Liga 1 2019 Vidio.com

Baca: Tundukan Persipura Jayapura 2-0, Barito Putera U-20 Rebut Tiket ke Semifinal.

Baca: Galang Dana Posko Darurat Kabut Asap, Disdik Banjarmasin Bikin Edaran ke 25 SD

Baca: Perubahan Drastis Roger Danuarta Dirasakan Cut Meyriska, Teman Marcella Simon : Berlebihan!

"Kalau pagi pekat, boleh masuk di jam pelajaran ketiga. Tapi kalau makin siang semakin Pekat boleh diliburkan," kata Kepala Pendidikan Provinsi Kalsel, M Yusuf.

Namun menurutnya, kebijakan tersebut tentu harus disesuaikan dengan keadaan di masing-masing sekolah.

Jam pelajaran yang kurang akibat dikurangi atau diliburkan juga ditegaskan M Yusuf harus diperhitungkan untun diganti usai bencana kabut asap berakhir.

Pihaknya juga sarankan bagi seluruh warga sekolah termasuk tenaga pengajar, tenaga administrasi dan para siswa-siswi untuk menggunakan masker untuk kurangi terpapar asap Karhutla.

"Tapi sampai sekarang belum ada laporan terkait kegiatan belajar mengajar yang diliburkan karena asap," kata M Yusuf.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut juga cantumkan poin-poin terkait antisipasi terjadinya resiko kebakaran di sekolah.

Dimana warga sekolah dihimbau untuk tidak membakar sampah di lingkungan sekolah mengingat dengan cuaca panas dan udara kering api kecil pun bisa dengan cepat menjadi besar.

Baca: Optimalkan Pajak Omset Usaha, KP2KP Martapura Rutin Kirim SMS Ini

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Spanyol : Atletico Madrid vs Real Madrid Live Bein Sports di Pekan 7

Baca: Kerugian Atta Halilintar Atas Kontroversi Bebby Fey, Teman Raffi Ahmad Batal Dapat Kontrak Miliaran

Warga sekolah juga diminta berperan aktif untuk ikut memadamkan api jika secara kasat mata terlihat di lingkungan dan kawasan sekitar sekolah.

Terkait dampak bencana asap, M Yusuf nyatakan hingga saat ini belum berpengaruh signifikan pada kapasitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kalsel.

"Sampai sekarang juga belum ada tenaga pengajar yang izin sakit akibat ISPA," kata M Yusuf. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved