Berita Batola

Hari Kedua 4.800 PNS Batola Pakai Smart Presensi, Guru-guru PNS Susah Masuk, Aplikasi Eror!

Hari kedua penerapan smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) yang ditanamkan ke telepon genggam

Hari Kedua 4.800 PNS Batola Pakai Smart Presensi, Guru-guru PNS Susah Masuk, Aplikasi Eror!
Zainuddin Kepsek SMPN 4 Alalak
Sejumlah guru PNS SMPN 4 Alalak Batola kembali berkumpul di ruang kepala sekolah melakukan smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) yang ditanamkan ke telepon genggam sekitar 4.800 ASN hari kedua penerapan absen digital Rabu (2/10/19) pagi. Sayang, aplikasinya tetap saja eror. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Hari kedua penerapan smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) yang ditanamkan ke telepon genggam sekitar 4.800 Rabu (2/10/19) pagi masih saja aplikasinya eror.

“Untuk hari kedua, aplikasinya smart presensi masih eror. Dari 36 guru PNS, cuma ada enam guru PNS di SMPN 4 Alalak yang bisa absen smart presensi. Kalau pun bisa smart presensi sudah pukul 08.00 Wita lebih dan loadingnya sangat lambat,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Alalak Batola Zainuddin, Rabu (2/10/19).

Zainuddin berharap penerapan smart presnsi itu bisa berjalan lancar ke depannya sehingga proses dan guru bisa konsentrasi mengajar. Kalau absen saja tidak beres, guru pasti tidak fokus mengajar.

Baca: Jumlah Kekayaan Krisdayanti yang Kini Anggota DPR Terungkap, Ini Sumber Harta Ibu Aurel Hermansyah

Baca: HARI BATIK - Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Dunia, Begini 4 Cara Merayakannya

Baca: Awal Mula Isu Keretakan Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella & Engku Emran, Eks Raffi Ahmad Ungkap Ini

Di saat banyak PNS mengeluh karena aplikasi smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) yang ditanamkan ke telepon genggam sekitar 4.800 ASN pada hari pertama dan kedua penerapan absen digital aplikasinya eror, Kabid Tekhnologi Informasi Kominfo Batola Irfan Rachmady justru punya cerita lain.

“Saya bisa sukses smart presensi pukul 08:15 Wita,” kata Irfan.

Irfan mengakui karena Selasa pagi ini pelaksanaan smart presensi itu serentak, dan traffic pemakaiannya tinggi, sehingga untuk masuk ke aplikasi smart presensi jadi lelet..

“Meski lambat masuk ke aplikasi smart presnsi, namun tetap bisa masuk,” kata Irfan.

Menurut Irfan, traffik pemakaian bandwidth Selasa (1/10/19) pagi yang termonitor 60Mbps saat 4.800 PNS melakukan smart presensi. Bagi yang belum bisa melakukan smart presensi, bisa absen melalui admin dan diaplikasi smart presensi sudah disediakan form manual.

“Ada koq form manualnya,” tegas Irfan.

(banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved