Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Kerajinan Tanggui Perlu Regenerasi

Nur Haniyah (53) adalah pengrajin tanggui yang paling muda di kampung Kuin Selatan.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski usianya tak lagi muda Tangan Nur Haniyah tetap cekatan mengayam daun nipah untuk dibuat tanggui.

Sambil terus menganyam dia pun bercerita tentang kelangsungan kerajinan asli Banua ini yang terancam punah.

Nur Haniyah (53) adalah pengrajin tanggui yang paling muda di kampung itu. Pengrajin lain yang mayoritas kaum hawa, usianya rata-rata lebih tua dari Nur Haniyah.

Nur Haniyah pun mengkawatirkan pelestarian topi khas Banjar ini di Banua. Mengingat di Kuin Selatan sendiri anak-anak muda sangat jarang tertarik menekuni pembuatan tanggui.

“Kami sebagai pengrajin tentu miris dengan hal ini, semakin sedikit pengrajin dan hampir tidak ada regenerasi, tidak bisa disalahkan juga karena saat ini anak-anak disibukkan dengan urusan sekolah dan lebih suka dengan yang berbau digital,” ucapnya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 8 di TVRI & Mola TV, Ada Liverpool vs Leicester City!

Baca: Buka Diklatsar CPNS, Paman Birin Titip Pesan : Bekerja untuk Rakyat

Baca: Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Ini Penjelasan BPBD

Baca: Sosok Orang Ketiga di Hidup Ashanty & Anang Terungkap, Aurel Hermansyah Bikin Ibu Sambungnya Kesal

Baca: Kepergok Nyetrum Ikan di Danau Bangkau‎, Alat Setrum Ditemukan Dalam Perahu Nelayan Mantaas

Dia pun berharap pemerintah dapat menaruh perhatian lebih terhadap penutup kepala khas Banua ini terutama daru segi modal kepada para pengrajin.

Menurutnya, kadang memang ada beberapa anak di kampung itu yang diajari membuat tanggui. Tapi, karena tidak tertarik, mereka pun terlihat tak bersemangat. Bahkan memilih bermain game di gadget yang mereka bawa.(banjarmasinpost.co.id)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved