Berita Banjarbaru

Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Ini Penjelasan BPBD

Hujan yang turun mengguyur Kalsel justru membuat kabut asap menebal hingga mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Ini Penjelasan BPBD
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Suasana di sekitar Bandara Syamsudin Noor masih tertutup kabut asap yang mengganggu jarak pandang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kendati turun hujan di Kalsel termasuk di kawasan Bandara Syamsudin Noor. Namun, kabut asap justru kembali menyelimuti Bandara setempat, Kamis (3/10/2019)

Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor pun hingga terganggu. Sebanyak lima penerbangan, terpaksa harus menunda penerbangan.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi jajaran terkait di Kalsel termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam rapat koordinasi terungkap bahwa kabut asap dini hari sampai dengan pagi ini di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya disebabkan hujan kemarin turun ke lahan gambut yang terbakar, sehingga pada malam hari mengeluarkan asap.

Baca: Sosok Orang Ketiga di Hidup Ashanty & Anang Terungkap, Aurel Hermansyah Bikin Ibu Sambungnya Kesal

Baca: Kepergok Nyetrum Ikan di Danau Bangkau‎, Alat Setrum Ditemukan Dalam Perahu Nelayan Mantaas

Baca: Tak terima Usai Balau Bibekuk Polisi, Keluarga Bawa Parang Aniaya Saksi di Desa Tanahabang Banjar

Baca: Hanya Pemkab Banjar yang Telat Ajukan NPHD ke KPU, Ini Penjelasan Pemkab Banjar

"Fenomena yang seperti ini sudah dua kali, pada minggu pertama awal turun hujan juga terjadi kabut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin.

Wahyuddin juga mengatakan setiap peralihan musim bencana yang terjadi adalah angin puting beliung, dari musim kemarau ke musim penghujan terjadi bencana puting beliung begitupun sebaliknya.

Adapun status kesiagaan dari BPBD Kalsel sampai dengan 31 Oktober masih berstatus siaga Karhutla, rencananya 1 November sampai 31 April 2019 akan ditetapkan siaga darurat banjir, puting beliung, dan longsor.

Diketahui, karena asap kembali muncul ini ada sebanyak lima penerbangan pesawat mengalami delay (tertunda) dan satu penerbangan reschedul (jadwal ulang), Kamis (3/10/2019) pagi.

Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Syamsuddin Noor, Aditya Putra Patria membenarkan adanya keterlambatan penerbangan.

“Tetapi tidak signifikan, karena sudah terbang lagi. Sebab, beberapa pesawat ada yang sudah terbang kecuali wings IW1382 tujuan Batulicin reschedule jadi 13.20 wita karena ada kendala operasional bukan kabut asap,” ujarnya.

Baca: Harga Sawit Terkini Rp 1.200 Per Kg, Gapki Kalsel Bakal Rangkul Lebih Banyak Pengusaha Sawit

Baca: Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM Gelar Seminar Nasional, Ini Harapan Dekan Pahmi Ansyari

Baca: Nasdem dan Golkar Banjarbaru Masih Tunggu Pelamar Lagi, PDIP Tunggu Keputusan Pusat

Ia menjelaskan, pesawat garuda GA530 juga belum berangkat disebabkan visibility (jarak pandang) turun menjadi 400 m.

“Kalau kedatangan yang dari luar Banjarmasin masih muter di atas belum mendarat ada JT320 dan QG484,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved