Berita Batola

Server Smart Presensi untuk 2.000 Guru PNS Batola Ngadat, Disdik Sambut Baik Solusi dari Diskominfo

Server Smart Presensi untuk 2.000 Guru PNS Batola Ngadat, Disdik Batola Sambut Baik Solusi dari Diskominfo

Server Smart Presensi untuk 2.000 Guru PNS Batola Ngadat, Disdik Sambut Baik Solusi dari Diskominfo
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Barito Kuala Sumarji. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Pendidikan Batola menyatakan apresiasi kepada Dinas Kominfo kabupaten setempat, karena ada solusi untuk ngadatnya penerapan smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) kepada 2.000 guru PNS.

“Iya selama server di Dinas Kominfo belum ditambah atau diperbesar, 2.000 guru PNS masih bisa absen secara manual di aplikasi smart presensi. Artinya, ada solusi alternatif untuk penerpaan smart presensi yang selama ini tidak lancar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumarji, Rabu (9/10/19).

Diakui Sumarji dari 2.000 guru PNS baik SDN dan SMPN di Kabupaten Batola rata-rata melaporkan mengalami gangguan saat melakukan smart presensi hari pertama dan kedua.

“Baik guru PNS di desa, pelosok dan kota keluhannya sama. Susah sekali masuk aplikasi masuk smart prensensi,” katanya. 

Baca: Beberapa Hari Hujan Turun di Kotabaru, Belum Ada Pengaruh ke Waduk Gunung Ulin, PDAM Harapkan Ini

Baca: Air Mata Ruben Onsu Menetes Gara-gara Kelakuan Betrand Peto, Curhat pada Ayu Ting Ting & Wendy Cagur

Baca: Ulah Nikita Mirzani Makan Korban Lagi, KPI Hentikan Pagi Pagi Pasti Happy Susul Hotman Paris Show

Baca: Keanehan Sumber Kekayaan Syahrini Diungkap 2 Artis Ini, Istri Reino Barack Punya Harta Rp 280 M?

Baca: Pilkada Kalsel 2020, Denny Indrayana Mendaftar Bakal Calon Gubernur Kalsel ke Nasdem, Alasannya?

Menurut Sumarji, guru-guru PNS rata-rata kuatir saat tidak bisa melakukan smart presensi, maka tunjangan daerahnya akan dipotong. Dinas pendidikan Batola, memastikan 2.000 guru PNS tidak akan dipotong tunjangannya selama melakukan masih bisa absen manual dan finger print.

“Jangan kuatir para guru PNS. Kita akan tetap memberikan tunjangan daerah bulan ini utuh. Kita juga mengharapkan agar server smart presensi di Dinas Kominfo diganti yang lebih besar kapasitasnya agar tidak ada keluhan di sana-sini saat PNS melakukan smart presensi,” katanya.

Sumarji mengamati hampir semua PNS di SKPD atau dinas di pusat kota Marabahan mengalami gangguan saat smart presensi. Apalagi, PNS yang bertugas di daerah terpencil atau pelosok sehingga akan lebih sulit lagi melakukan smart presensi.

“Lebik baik smart presensi ini ditunda dulu penerapaannya sampai server di Dinas Kominfo benar-benar siap,” katanya.

Akmad Wahyudi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Batola, menyatakan dalam sistem smart presensi itu ada sistem formal manual yakni untuk mengantikan saat sistem smart presensi ngadat. Di absen manual itu PNS bisa mengajukan izin cuti, izin sakit dan tugas luar.

Menurutnya, dalam absen format manual itu bisa dijelaskan kondisi server sedang down hingga mati lampu yang dibuat oleh admin dan disyahkan oleh kepala dinas bersangkutan. Sebanyak 2.000 guru PNS tidak perlu kuatir saat tidak perlu melakukan smart presensi.

“Pakai saja dulu smart presensi yang ada dulu dan akan dilakukan evaluasi secara bertahap seperti daerah mana yang blank spot,” katanya.

Menurutnya, untuk wilayah daerah yang belum ada sinyal masih bisa memakai finger print dan absen manual dari aplikasi smart presensi. Jadi jangan kuatir para PNS akan dipotong tunjangannya bulan ini.

“Hanya PNS yang tidak ngerti sistem smart presensi ini sehingga ribut-ribut, “ katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved