Berita Kalteng

Ekonomi Kalteng Cenderung Meningkat saat di Tengah Melambatnya Perekonomian Dunia

Perekonomian Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan yang meningkat, didorong kinerja pertambangan batu bara yang terjaga.

Ekonomi Kalteng Cenderung Meningkat saat di Tengah Melambatnya Perekonomian Dunia
tribunkalteng.co/fathurahman
Setian, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah, 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Perekonomian Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan yang meningkat, didorong kinerja pertambangan batu bara yang terjaga.

Ini berbeda dengan dengan perekonomian global dan domestik yang cenderung melambat.

Hal itu dibahas secara khusus oleh Bank Indonesia dalam kegiatan, diseminasi hasil laporan perekonomian Kalteng Periode Bulan Agustus 2019 yang digelar di Palangkaraya, Kamis (10/10/2019) dengan mengundang banyak pihak membahas terjadinya perlambatan prekonomian global.

Setian, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah, dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, ekonomi Kalimantan secara umum, dan Kalimantan Tengah secara khusus mengalami pertumbuhan yang meningkat, didorong kinerja pertambangan batu bara yang terjaga.

Baca: Tertipu Rp 130 Juta, Barbie Kumalasari Marah-marahi Uya Kuya, Istri Galih Ginanjar Beli Barang KW?

Baca: Penyesalan Syahrini Setelah Menikahi Reino Barack Mencuat, Incess Curhat Soal Mengurus Suami

Baca: Settingan Penusukan Menkopolhukam Wiranto Diungkap Putri Amien Rais, Twitter Hanum Rais Disorot

Menurut dia, ekonomi Kalteng mengalami perbaikan, dia mengutip dari sumber Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, ekspor tetap terjaga di tengah penurunan permintaan global, pertambangan mengalami peningkatan produksi didorong permintaan negara Asean dan Tiongkok yang terjaga.

"Terjaganya produksi ditopang permintaan Jepang. Tiongkok, Jepang, dan India merupakan negara mitra dagang utama Kalimantan Tengah. Selain itu juga konsumsi rumah tangga meningkatnya permintaan pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya lagi.

Dalam kegiatan tersebut, diungkapkan, perekonomian global melambat dipengaruhi perang dagang AS dan Tiongkok, gejolak geopolitik menahan pertumbuhan PDB Global.

"IMF memprediksi, pemulihan ekonomi global tahun 2019 diproyeksi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya," ujar Setian.

Kenaikan tarif dagang oleh AS dan Tiongkok yang berlangsung menurunkan volume perdagangan dunia.

Ini, berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang juga melambat.

"Tarif yang dikenakan AS kepada Tiongkok menyebabkan produksi Tiongkok menurun, sehingga impor bahan baku Tiongkok dari negara emerging country lainnya mengalami penurunan," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved