Kalsel Bergerak
Hadiri Lomba Mancing, Paman Birin Perlihatkan Kemampuan Panjat Tebing Saat Latdas Mapala Uniska
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor ternyata juga memiliki kepandaian memanjat tebing. Kemampuannya itu diperlihatkannya saat Latdas Mapala UNISKA
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID BANJAR - Siapa sangka, ternyata Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin pandai panjat tebing.
Hal itu terlihat ketika Paman Birin secara spontan memanjat tebing di desa Tiwingan Lama, dalam rangkaian Latihan Dasar Mapala UNISKA sebelum menghadiri lomba pancing di Desa Tiwingan Lama, Aranio, Riam Kanan Raja Lima, Kabupaten Banjar, Minggu (13/10/2019) siang.
Gubernur Kalsel mengenakan baju sasirangan berwarna abu-abu terlihat piawai memanjat tebing hingga sampai ke puncak tebing.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, mengaku spontan menyempatkan datang saat ia melintas menuju ke acara Lomba Mancing di desa sekitar. Bernostalgia menjadi alasannya singgah, karena ia dulunya pernah beraktifitas di bukit Tiwingan masa ia kuliah di Uniska tahun 90 an.
“Ini tempat kita latihan dulu waktu mahasiswa, sama seperti kalian, tanya aja sama para senior,” ucapnya.
Dalam momentum ini, Paman Birin juga memberi motivasi kepada para peserta Diklat yang berjumlah 29 orang.
Menurutnya, kegiatan outdoor atau alam bebas akan membentuk mental dan fisik serta kekeluargaan.
“Harus semangat dan bergerak, kalau tidak gak akan naik,” cetusnya di hadapan peserta.
Paman birin juga mengapresiasi seluruh kegiatan organisasi pecinta alam di Kalsel. Ia berharap eksistensi organisasi ini terus berkembang dan berkiprah dalam menjaga lingkungan.
Ketua Umum Mapala Uniska, Rama Yudha mengaku kaget dengan aksi spontan yang dilakukan Paman Birin.
Menurutnya, Paman Birin piawai dalam memanjat tebing terutama dalam memilih pijakan untuk menaiki tebing.
Menurutnya, panjat tebing ini dalam rangakaian penutupan latdas yang dilakukan anggota baru Mapala UNISKA. Latdas sendiri berlangsung dari tanggal 10 s/d 13 Oktober 2019 di kawasan Pegunungan Meratus Tahura Kabupaten Banjar.
Metode yang diterapkan dalam kegiatan tersebut adalah ‘Flying Camp’ dari Mandiangin, Awang Bangkal, Batu Kambing, dan Tiwingin.
“Kegiatan ini adalah syarat bergabung dan menjadi anggota Banjarmasin, jumlah peserta 29 orang dan mereka adalah mahasiswa baru,” imbuhnya.
Selain mencoba mendaki terjalnya bukit di Tiwingan, Paman Birin Gelar Lomba Mancing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/paman-birin-tengah-memanjat-tebing-di-desa-tiwingan-lama.jpg)