Berita HST

RAPBD 2020 HST Defisit Rp 270,5 Miliar, ini yang Bakal Dilakukan Pemerintah

Proyeksi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2020 meleset dari anggaran yang dipatok Pemerintah Kabupaten

RAPBD 2020 HST Defisit Rp 270,5 Miliar, ini yang Bakal Dilakukan Pemerintah
banjarmasin post group/ eka pertiwi
Bupati HST A Chairansyah, Rabu (20/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Proyeksi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2020 meleset dari anggaran yang dipatok Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Artinya, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah bakal defisit. Tak tanggung, defisit anggaran mencapai Rp 270,5 miliar dari RAPBD mencapai Rp 1,4 triliun.

Bupati Hulu Sungai Tengah, A Chairansyah, menyebutkan defisit ini bakal berdampak pada kegiatan-kegiatan.

Pihaknya bakal melakukan pengurangan bahkan penghilangan kegiatan pada 2020 untuk menyiasati defisit anggaran.

“Saya terpukul dengan defisit ini. Di penghujung akhir masa jabatan kami perencanaan anggaran APBD tahun 2020 justru akan minus,” keluhnya.

Baca: Peringatan Ustadz Dhanu pada Syahrini Raffi Ahmad dan Atta Halilintar? Sebut Youtuber Pamer Kekayaan

Baca: Prabowo Diminta Jadi Oposisi, PKS: Proposal Prabowo-Sandi Berbeda dengan Versi Jokowi-Ma`ruf,

Baca: Zaskia Sungkar Buka Suara Saat Irwansyah Dilaporkan Medina Zein ke Polisi Karena Usaha Kue Laudya?

Chairansyah menyebutkan kekurangan anggaran tersebut diakibatkan melesetnya proyeksi penerimaan dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), penghasilan dari pajak dan non pajak.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari konsisi keuangan fiskal negara yang terpengaruh dengan dampak penurunan ekonomi global.

“Terdapat defisit anggaran sebagaimana yang disusun dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2020 sebesar Rp 181 miliar. Ditambah adanya permintaan penambahan anggaran dari DPRD berdasarkan hasil reses dewan sebesar Rp 89,5 miliar. Sehingga totol kekurangan sebesar Rp 270,5 miliar,” bebernya.

Dijelaskannya, penambahan anggaran dari DPRD berdasarkan pembahasan bersama eksekutif atau SKPD di Komisi DPRD.

Ada usulan tambahan.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved