KalselPedia
KalselPedia: Marabahan dan Penataan Kotanya
Kota Marabahan dikenal sebagai sebuah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalsel.
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Kota Marabahan dikenal sebagai sebuah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalsel.
Kota Marabahan terletak di tepi sungai Barito dan di muara sungai Bahan, berjarak 48 km di sebelah utara Kota Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalsel.
Marabahan pada 2019 ini dipimpin oleh Camat Eko Purnomo Sakti.
Kecamatan Marabahan terdiri dari sejumlah desa dan kelurahan, yakni Kelurahan Marabahan Kota, Kelurahan Ulu Benteng, Desa Penghulu, Desa Baliuk, Desa Bagus, Desa Rumpiang, Desa Antar Baru, Desa Antar Jaya, Desa Antar Raya, dan Desa Karya Maju. Kecamatan Marabahan pemekaran dari Kecamatan Bakumpai menurut dasar hukumnya Peraturan Pemerintah RI No 28 Tahun 1995.
Baca: KalselPedia: Profil Kelurahan Rantau Kiwa, Kabupaten Tapin
Baca: KalselPedia: Daftar Agen Perjalanan Umrah Resmi Terdaftar di Kemenag Kalsel
Baca: KalselPedia:Titik Jembatan Rangka Baja di Tanahbumbu
Pada abad ke-15, kecamatan ini merupakan bandar perdagangan Kerajaan Negara Daha yang disebut Bandar Muara Bahan, karena terletak strategis pada jalur pelayaran kuno di persimpangan tiga sungai yaitu Sungai Banjar (Barito hilir), Sungai Dusun (Barito hulu) dan Sungai Bahan (sungai Negara).
Pemkab Batola akan menata kota melalui perencanaan jangka pendek 5 tahun, serta jangka panjang 20 tahun.
Namun penataan itu tidak mengubah karakteristik Marabahan sebagai kawasan yang berada di pinggir sungai.
Dalam program jangka pendek, proyek yang dikebut adalah penyempurnaan Bundaran Rumpiang dan pembuatan gerbang selamat datang.
Kemudian pembuatan jalan koridor dari Rumpiang ke Marabahan, kawasan kuliner, serta penataan Simpang Empat Marabahan yang mempertemukan Jalan Veteran, AES Nasution dan Ahmad Yani.
Pemkab Batola juga merencanakan Bundaran Rumpiang diperbesar, demikian pula jalan sekitar.
Di bundaran tersebut, dipasang dua huruf M dengan telabang di kiri dan kanan.
Tepat di bawah huruf M, terdapat anak panah yang menunjuk ke Jembatan Rumpiang.
Untuk Simpang Empat Marabahan juga diperlebar, lengkap dengan trotoar.
Pelebaran ini mengharuskan pembebasan lahan, mengingat terdapat beberapa toko yang berada di sekitar perempatan tersebut.
Sesuai dengan karakteristik Marabahan, area kuliner ditempatkan di sepanjang siring atau Ulek Marabahan sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bpostgroupedi-nugroho-taman-bahalap-kecamatan-marabahan-kabupaten-batola.jpg)