Kriminalitas Kotabaru

Kasus Pasar Serongga Kotabaru Masuk Tahap 2, Tersangka Sudah di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin

Kasus Pembangunan Pasar Serongga yang tak selesai dibangun yang ditangani jajaran Kejaksaan Negeri Kotabaru kini sudah masuk tahap 2.

Kasus Pasar Serongga Kotabaru Masuk Tahap 2, Tersangka Sudah di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Kasi Pidsus Kejari Kotabaru Armein Ramdhani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kasus Pembangunan Pasar Serongga yang tak selesai dibangun yang ditangani jajaran Kejaksaan Negeri Kotabaru kini sudah masuk tahap 2.

Dua tersangka telah ditetapkan dari bangunan pasar yang jauh dari kata selesai tersebut. Bahkan bangunannya tak sampai 50 persen sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi Negara.

Dua tersangkanya adalah Konsultan Pengawas yakni Dedi Sunanda dan Kontraktornya, Sukirno. Kini keduanya sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin.

"Kedua tersangka sudah berada di Lapas, karena statusnya memang juga sudah terpidana kasus korupsi ditempat lain, " kata Kepala Kejaksaan Kotabaru Haryoko Ari Prabowo melalui Kasi Pidana Khususnya, Armein Ramdhani, Rabu (23/10/19).

Baca: Bukti Kuat Kebohongan Medina Zein Disentil Zaskia Sungkar Soal Irwansyah Dituduh Gelapkan Rp 2 M

Baca: Raffi Ahmad Tuduh Orang Ini Penyebab Lamborghininya Terbakar, Suami Nagita: Itu Mobil Impian Aku!

Baca: Niat Ngungsi Mandi di Hotel, Pria Ini Kaget saat Pergoki Pacar Lagi Kencan dengan Lelaki 50 Tahun


Armein menyebutkan, kasus dugaan tindak pidana korupsi, kini telah dinyatakan rampung oleh jaksa penyidik dan dilimpahkan ke jaksa penuntut atau tahap 2. Proses akan terus berlanjut ke tahap persidangan.

"Bangunannya hanya sekitar 47 persen, dan sama sekali tidak bisa digunakan atau dimanfaatkan masyarakat yang mengakibatkan perkiraan kerugian mencapai 2 miliar, " katanya.

Dia menyebutkan, kedua tersangka resmi masuk tahap dua dan dua tersangka dititipkan di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin. Saat persidangan akan dijemput dan dikembalikan lagi setelah sidang selesai, terlebih lagi status keduanya juga sedang menjalani hukuman kasus lain.

Sebelumnya, Kajari Kotabaru Haryoko Ari Prabowo, juga menyebutkan, Pasar Serongga yang ada di Desa Tegol Rejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru dinilai justru menghambat perekonomian masyarakatnya.

"Ini sangat merugikan masyarakat karena bangunan pasar los ini tidak selesai dan menghambat laju perekonomian masyarakat. Program tak jalan dan tidak ada manfaatnya. Parahnya juga ternyata corcorannya itu ada plastik-plastiknya, " kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan, proyek tersebut di 2017 dan putus kontrak pada 2017 lalu. Sangat disayangkan sebab perekonomian masyarakat sempat terhenti karena tak bisa menggunakan tempatnya, seandainya pasar itu jadi, masyarakat bisa berdagang dan sirkulasi disana bisa jalan dan perekonomian masyarakat jalan.

"Sebuah proyek tidak hanya dilihat dari proyeknya, bila selesai atau tidak selasai. Dampak perekonomian daerah jadi berdampak sistematik. Kalau seperti ini kan merugikan, " katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved