Bumi Selidah

Batola Kembali Incar Adipura, Begini Hasil Penilaian Tahap I

Tim Pembina Adipura Provinsi Kalsel menggelar Rapat Pembinaan Tahap II Tahun 2019 di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (22/10/2019).

Batola Kembali Incar Adipura, Begini Hasil Penilaian Tahap I
Humas Pemkab Batola
Tim Pembina Adipura Provinsi Kalsel menggelar Rapat Pembinaan Tahap II Tahun 2019 di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (22/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tim Pembina Adipura Provinsi Kalsel menggelar Rapat Pembinaan Tahap II Tahun 2019 di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (22/10/2019).

Acara yang berlangsung di Aula Selidah Kantor Bupati Batola selain berisi penyampaian hasil penilaian adipura Tahap I tahun 2019 juga dirangkai pemaparan tentang kebijakan pengelolaan lingkungan hidup oleh Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

Acara yang dihadiri Pj Sekda Batola H Abdul Manaf, para anggota forkopimda, Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor dan pimpinan organisasi wanita lainnya, SKPD terkait, serta organisasi peduli lingkungan lainnya ini juga diisi pengarahan dari Ketua Tim Pembina Adipura yang juga Kasi Pengelolaan Sampah PSLB3K (Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya) DLH Provinsi Kalsel, Dini Setriawati.

Dini Setriawati memaparkan hasil penilaian untuk Kota Marabahan tahap I periode 2019 memperoleh nilai 76,77 yang terdiri dari skor permukiman 76,22, jalan 73,97, pasar 75,48, pertokoan 76,11, perkantoran 78,04, sekolah 75,66, rumah sakit dan puskesmas 76,01, hutan kota 80,50, taman kota 79,28, terminal bus dan angkot 74,44, perairan 79,50, TPA 79,42, fasilitas pengolahan sampah 79,00, bank sampah induk 77,50, bank sampah 69,46.

Berdasarkan konsep program adipura 2019, sebut Dini, program harus dapat merespon target Jakstranas yang menjadikan semua kota-kota di Indonesia pada target 2025 yakni pengelolaan sampah 100 persen, dengan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan.

Selain itu, program adipura harus mendorong daerah dalam pencapaian yang diamanatkan Jakstranas (Perpres No.97 Tahun 2017, serta Permen LHK Nomor P.99/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2018 tentang perubahan atas Permen Nomor P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.16/6/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Adipura).

Dikatakan Dini, sesuai Permen LHK PP.99 Tahun 2018 Pasal 62 menyatakan syarat kinerja pengelolaan lingkungan yang baik dimaksud dalam pasal 60 meliputi nilai adipura memenuhi batas bawah yang ditetapkan menteri.

Selanjutnya, telah menyusun kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, berdasarkan ketentuan Permen LHK Nomor P.10/MENLHK/SETJEN/PLB.0/4/2018 tentang Pedoman Penyusunan Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Selain itu, tidak mengoperasikan tempat pemrosesan akhir dengan sistem pembuangan terbuka, tidak terjadi pembakaran hutan dan lahan, serta tidak terjadi kasus akibat pertambangan.

Sebelumnya, Bupati Batola Hj Noormiliyani memaparkan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup dengan konsep Batola Bahalap (Ba=Barasih), (Ha=Harum), (La=Langkar), dan (P=Pantas).

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved