Berita Banjarmasin

Mahasiswa STKIP Islam Sabilal Antusias Gali Kisah Si Palui

Mahasiswa semester tiga prodi PGSD Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Islam Sabilal Muhtadin begitu antusias sejarah lahirnya

Mahasiswa STKIP Islam Sabilal Antusias Gali Kisah Si Palui
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Salah seorng mahasiswa bertanya tentang Si Palui 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswa semester tiga prodi PGSD Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Islam Sabilal Muhtadin begitu antusias sejarah lahirnya cerita Si Palui yang menjadi ikon di Banjarmasin Post.

Berbagai pertanyaan pun meluncur dari mahasiswa STKIP Islam Sabilal Muhtadin berkaitan dengan kisah Si Palui kepada pemateri, Sofyar Redhani, Redaktur Gaya Hidup dan Hiburan dalam dialog di lantai V Banjarmasin Post, Senin (4/11/2019).

Misalnya, Helma Lisa menanyakan apakah cerita Si Palui harus terbit tiap hari dan 'wajib' letaknya di halaman 1 BPost.

Lalu, M Baihaqi juga bertanya apakah cerita Si Palui diangkat dari kisah lama atau era penulis pertama atau bisa kisah kekinian atau digital.

Baca: Pernikahan Sule Diumumkan Rizky Febian Pasca Kabar Lina Punya Suami Baru, dengan Naomi Zaskia?

Baca: Uya Kuya Komentari Hubungan Nikita Mirzani & Betsalel Fdida, Teman Barbie Kumalasari Sebut Soal Umur

Baca: Sosok Suami Baru Lina, Mantan Istri Sule yang Menikah Lagi, Ibu Rizky Febian Tak Kasih Kabar?

Ada juga menanyakan sejarah lahirnya Si Palui hingga bahasa Banjar yang digunakan penulisnya.

Menurut Sofyar, cerita Si Palui memang tiap hari terbit di halaman 1 BPost dan kisahnya tidak hanya di era lalu, bisa juga di zaman sekarang, tergantung yang membikinnya.

Ditambahkan dia, kisah Si Palui ini awalnya ditulis H Yustan Aziddin, salah satu dari tiga pendiri BPost bersama Djok Mentaya, Pangeran HG Rusdi Effendi AR.

"Setelah pak Yustan meninggal, penulisnya diteruskan Husni Thamrin dan Mas Abi Karsa. Sekarang ini tidak ada lagi penulis tetap tentang Si Palui. Bila kalian ingin menulis, silakan. Jika memenuhi syarat, akan diterbitkan," katanya.

Sofyar yang juga keponakan Yustan Aziddin ini, menambahkan penulis asli menulis Si Palui tiap malam, setelah salat Isya dengan menggunakan mesin tik.

"Waktu kecil saya sering bermalam di rumah pak Yustan. Bila selesai, ada orang BPost mengambil naskah tulisan di rumah untuk terbit besok," ceritanya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved