Berita Tanahlaut

Tak Laku Kulit Sapi Tertumpuk di RPH Pelaihari, Harga Rendah Peternak Bingung

Tumpukan besar kulit sapi terpaksa ditumpuk di gedung Rumah Potong Hewan (RPH) Pelaihari. Tak hanya satu ada sekitar tiga yang sudah ditumpuk.

Tak Laku Kulit Sapi Tertumpuk di RPH Pelaihari, Harga Rendah Peternak Bingung
banjarmasinpost.co.id/milnasari
Tumpukan kulit sapi di RPH Pelaihari yang tidak laku. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tumpukan besar kulit sapi terpaksa ditumpuk di gedung Rumah Potong Hewan (RPH) Pelaihari. Tak hanya satu ada sekitar tiga tumpukan yang sudah ditumpuk para penjagal usai memotong sapi.

Menurut salah penjagal, Aulia memang kulit sapi terpaksa ditumpuk begitu saja lantaran tak dibawa oleh pemilik karena harga kulit sapi terlampau murah.

"Murah sekali, jadi tidak pernah ada yang mau beli dan bawa," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (4/11/2019).

Kulit sapi tak hanya ditumpuk di rumah jagal, tapi ujar Aulia juga sudah ia bawa pulang agar tak memenuhi rumah jagal. Namun saat dibawa ke rumah juga tak bisa digunakan apa-apa.

"Tidak laku, jadi bingung juga mau diapakan," sebutnya.

Baca: Diduga Gelar Pesta Sabu, IRT Diamankan Bersama Dua Laki-laki di Dalam Rumah

Baca: Perbankan Syariah Targetkan 100 Unit KPR Subsidi Hingga Akhir 2019

Memang ujar Kadis Peternakan dan Keswan, Suharyo kulit sapi harganya sangat murah sehingga dianggap sampah dan tidak dibawa pemilik sapi usai sapinya dijagal.

Karenanya baru-baru kemarin ujar Suharyo Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanahlaut mengadakan pelatihan mengolah kulit sapi menjadi kerajinan.

"Sudah ada yang dikirim ke Jawa juga untuk belajar mengolah kulit sapi itu," sebutnya.

Tenaga yang dilatih selain masyarakat juga penjagal. Harapannya sebut Suharyo nantinya kulit sapi yang masih tertumpuk di RPH bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.

Tak hanya kulit dari Pelaihari, jika pengrajin sudah bisa memanfaatkan maka bukan tidak mungkin sambung Haryo kulit dari RPH luar juga bisa didatangkan ke Pelaihari.
Banjarmasinpost.co.id/Milna

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved