CPNS 2019

Antisipasi CPNS Terpapar Radikal, KemenPAN-RB Ambil Kebijakan ini

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) menggandeng kepolisian untuk mewaspadai

Antisipasi CPNS Terpapar Radikal, KemenPAN-RB Ambil Kebijakan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (13/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) menggandeng kepolisian untuk mewaspadai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang anti-Pancasila.

Sekretaris Kemenpan-RB, Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, Kementerian PAN RB akan memastikan rekam jejak para CPNS 2019.

Ini dimaksudkan sebagai antisipasi CPNS terpapar radikal.

"Kami (KemenPAN-RB) sudah minta kepolisian sebetulnya ya untuk mengeluarkan SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) itu kalau bisa sudah mempertimbangkan aspek itu," kata Dwi yang ditemui di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Selasa (12/11).

Demi Live Streaming Adegan Syur Wanita Dewasa, Ayah Rela Jual Bayi Perempuannya Rp 160 Juta

Penjelasan Pemilik Akun Penyebar Isu Pesugihan Restoran Ruben Onsu, Ayah Betrand Peto, Ini Motifnya

Kesombongan Ahmad Dhani Disinggung Putra Maia Estianty, Respons Mulan Jameela pada Curhat El Rumi

Selain itu, lanjut Dwi, saat peserta CPNS masuk tahapan wawancara, setiap instansi harus mendalami kepribadian para peserta.

"Di instansi masing-masing ada wawancara dan lainnya. Kami harapkan masing-masing instansi melakukan penelusuran rekam jejak para calon dengan berbagai cara," ungkap Dwi.

Nantinya, panitia seleksi dari masing-masing instansi juga akan menelusuri dan memantau rekam jejak media sosial para peserta CPNS 2019.

Penelusuran aktivitas medsos para CPNS itu sangat lah penting.

Tujuannya apakah mereka cenderung mengunggal hal-hal berbau anti-NKRI atau tidak.

"Ya medsosnya bisa dipantau. Pokoknya tidak ada yang anti-NKRI, anti-Pancasila, anti-pemerintah," tegasnya.

Dia mengatakan, KemenPAN-RB sudah memiliki data jumlah ASN yang terindikasi terpapar radikalisme namun dia enggan mengungkapkan secara perinci.

Hal itu diketahui dari media sosial ASN yang bersangkutan.

"Ya kan kami bisa ikuti dari media sosial dan lain-lain. Itu kan sudah nyata sebetulnya, ungkapan-ungkapan," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved