Ekonomi dan Bisnis

Bisnis Jamu Herbal Dilirik Milenial, Berikut Varian dan Harganya

Diakui Ummu, yang paling diminati ada dua jenis jamu yakni kunyit asam dan beras kencur. Pembeli mencakup semua kalangan mulai Ibu-ibu hingga remaja.

Bisnis Jamu Herbal Dilirik Milenial, Berikut Varian dan Harganya
HO/Ummu Fatih
Tim marketing lakukan pengantaran Djamoe Mbahti ke konsumen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bisnis jamu tradisional dari bahan-bahan tanaman herbal umumnya dijalankan oleh para orang tua, yang memasarkannya dengan cara berjalan kaki berkeliling kampung atau komplek sambil digendong.

Pemandangan itu tampaknya sedikit demi sedikit telah berkurang, terlihat kini kian banyak tukang jamu yang gunakan sepeda hingga sepeda motor untuk berjualan.

Bisnis jamu ini pun dimanfaatkan para milenial untuk mengais rezeki. Jamu herbal ini pun dipasarkan secara online dengan kemasan produk yang berbeda dan lebih kekinian.

Seperti yang dilakukan tim marketing Jamu herbal online dengan brand Djamoe Mbahti, yang telah memasarkan jamu ini secara online ke area Banjarmasin dan Banjarbaru.

"Ada lima jenis jamu yang kami jual, yakni beras kencur seharga Rp 8.000, kunyit asam Rp 8.000, kunyit sirih Rp 8.000, jahe merah Rp 10.000, dan pinang muda dibanderol Rp 12.000 per botol," jelas tim marketing Djamoe Mbahti, Ummu Fatih (21) kepada Banjarmasinpost.co.id.

Rencana Hibah Lahan Pembangunan Rutan di Kalsel Baru Dibahas di APBD Perubahan TA 2020

Resmi Diluncurkan, Xpander Cross Tawarkan Kenyamanan MPV dan Ketangguhan SUV

Diakui Ummu, yang paling diminati ada dua jenis jamu yakni kunyit asam dan beras kencur. Pembeli mencakup semua kalangan mulai Ibu-ibu hingga remaja muda milenial.

Dalam satu kali produksi, Djamoe Mbahti ini dibuat sebanyak 500 hingga 600 botol secara manual atau cara tradisional industri rumahan.

Kemasan Djamoe Mbahti
Djamoe Mbahti siap diantar ke konsumen (HO/Ummu fatih)

"Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari jamu tersebut, yakni melancarkan darah, mengurangi hipertensi, mengecilkan rahim, menguatkan otot setelah melahirkan, meningkatkan gairah seksual, anti oksidan, menghilangkan bau badan, mengobati keputihan dan infeksi, anti aging, serta mengatasi peradangan," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pecinta jamu di Banjarmasin, Aina (28) mengaku senang saat ini jamu tidak lagi tergolong produk minuman kuno yang terbatas untuk orang tua saja.

"Sekarang bisa pesan online jadi lebih gampang dan mudah harganya juga cukup bersaing dan kualitas terjamin karena sebagian ada yang sudah gunakan label halal dan BPOM jadi aman dikonsumsi," tuturnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved