Berita Kabupaten Banjar

Masuk Program Prioritas Kalsel, Pembangunan Bendungan Riam Kiwa Bawa Angin Segar

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito menyebut sebelum jadinya Bendungan Riam Kiwa maka yang sering

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
sungai Riam Kiwa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar rawan banjir.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito menyebut sebelum jadinya Bendungan Riam Kiwa maka yang sering dan akan banjir yakni di kanan kiri Sungai Riam Kiwa.

Seperti Kecamatan Pengaron, Simpang 4, Mataraman, Astambul, Martapura, sampai ke Sungaitabuk.

Hal itu termasuk salah satu ciri bahwa sub-sub das riam kiwa ini tidak bagus kondisinya, tidak bisa mengalirkan air secara kontinyu, hal tersebut bisa karena sedimentasi akibat erosi yang besar di hulunya.

"Salah satu upaya mengatasi banjir terus menerus ya bangun bendungan di hulunya, lalu kegiatan penanaman (rehabilitasi hutan dan lahan ) di hulunya, pembuatan bangunan konservasi tanah dan air di hulu," Kata Nolianto Ananda, S.Si. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) muda BPDASHL Barito, Rabu (13/11).

Catatan BPost, pada 2008 lalu lebih dari 200 hektare areal tanaman padi yang sedang berbulir di daerah Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terendam banjir.

Akibatnya, dipastikan para petani gagal panen.

Film Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan Paksa, Garin Nugroho Kecewa Pemerintah Cuma Koar-koar

Pembuatan Video Syur Gisel Dibahas Gisella Anastasia, Eks Gading Marten Bicara Soal Dialog

Sudah 4 Bulan! Kehamilan Syahrini Dibocorkan Sosok Ini, Istri Reino Barack Terhalang Pantangan

Banjir yang melanda kawasan ini disebabkan oleh luapan sungai Riam Kiwa.

"Kalau secara hidrologis menjadi daerah tangkapan air, mengontrol/mencegah banjir (karena Riam kiwa sering banjir). Banyak fungsi Untuk sumber baku mutu air bersih, mungkin irigasi hingga ke pembagkit listrik," kata Nolianto menjelaskan fungsi dan pentingnya bendungan nantinya.

Memang tidak separah yang terjadi pada tahun 2006 lalu.

Namun, musibah ini memukul usaha pertanian warga setempat.

Selain merendam tanaman padi, sebagian kebun jeruk juga ikut terendam.

Sementara itu, sekitar 200 meter jalan yang menghubungkan ke Kecamatan Pengaron putus akibat terendam banjir setinggi hingga satu meter.

Untuk bisa ke kecamatan tersebut, warga terpaksa naik rakit bambu.

Lokasi banjir tepatnya di Desa Sungai Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. begitulah gambaran bila sungai Riam Kiwa meluap.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved