Berita Jakarta

Oknum Satpol PP Bobol Bank DKI Miliaran Rupiah Lewat ATM, Modus Tarik Uang Tapi Saldo Tak Berkurang

Oknum anggota Satpol PP Jakarta Barat berinisial MO diduga terlibat pembobolan Bank DKI hingga puluhan miliaran rupiah.

Tayang:
Editor: Elpianur Achmad
Istimewa
Ilustrasi 

"Intinya dia harus beretika baik jangan mempersulit dan harus hadapi karena itu dia masalah personal dia, enggak ada hubungannya dengan pekerjaan," kata Tamo.

Jika memang terlibat kriminal, Tamo menegaskan sanksi yang akan diberikan kepada anggotanya yakni berupa pemecatan.

"Dia masih PTT, jadi pasti dipecat kalau terlibat dan bersalah," kata Tamo.

Kepala Satpol PP DKI Nonaktifkan Anak Buahnya yang Terlibat Dugaan Kasus Pembobolan ATM Rp 32 Miliar


Kepala Satpol PP Arifin saat ditemui di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut, pihaknya telah menonaktifkan beberapa anak buahnya yang terjerat kasus dugaan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

"Sudah dinonaktifkan per-hari ini," ucapnya, Senin (18/11/2019).

Dijelaskan Arifin, sebenarnya ada 12 orang anak buahnya yang diduga melalukan pembobolan ATM. Namun, dua diantaranya telah mengembalikan uang yang bukan miliknya itu.

"Sebenarnya total ada 12 orang. Tapi, ada beberapa orang yang dipanggil, kemudian ada itikad mengembalikan uang tersebut ke Bank DKI," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Jadi beberapa orang sudah selesai urusannya. Nah, tinggal beberapa orang lagi," tambahnya.

Jembatan Sungai Puting Poros Tapin-Batola-Banjarmasin Diperkirakan Bertahan Sampai 50 Tahun

Kini 10 orang yang belum mengembalikan uang tersebut sedang dalam pemeriksaan pihak kepolisian.

Arifin pun mengaku menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

"Itu sudah ranahnya Polda untuk melakukan pemeriksaan. Makanya saya tadi katakan kita tunggu hasil penyelidikan di Polda," kata Arifin.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota Satpol PP diduga melalukan tindak kriminal dengan melakukan pembobolan ATM.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut, kasus ini bermula saat beberapa orang petugas Satpol PP melakukan penarikan tunai di ATM, namun saldo tabungan mereka tidak berkurang.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved