Berita Banjarmasin

Anggota Dewan Kalsel Dapil Kab Banjar Ini Khawatir Lahan Pertanian Terus Tergerus

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 2 Kabupaten Banjar, H Rusli khawatir dengan cepatnya tingkat

Anggota Dewan Kalsel Dapil Kab Banjar Ini Khawatir Lahan Pertanian Terus Tergerus
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
(kanan) Ketua Pansus Raperda Perlindungan Petani, H Burhanuddin dan Anggota Dewan Dapil Kab Banjar, H Rusli 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 2 Kabupaten Banjar, H Rusli khawatir dengan cepatnya tingkat konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian di Kabupaten Banjar.

Menurut Anggota Dewan dari Fraksi Golkar ini, dari hasil resesnya beberapa waktu lalu di beberapa Kecamatan di Kabupaten Banjar, terpantau area pertanian terus tergerus.

Ia mencontohkan beberapa kawasan seperti di Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Gambut yang termasuk kawasan pertanian yang cukup besar di Kabupaten Banjar makin banyak digantikan permukiman, pertokoan, hotel dan yang lainnya.

"Padahal belum tentu lahan pertanian yang berubah menjadi lahan non pertanian otomatis ada penggantinya di kawasan lain, bagaimana ini lima atau sepuluh tahun kedepan," kata H Rusli.

Cut Tari Buka Suara Soal Nikahi Richard Kevin, Artis Dulu Sekasus Luna Maya & Ariel NOAH Minta Ini

Perdebatan Anak Krisdayanti dengan Ashanty yang Sakit Autoimun, Azriel & Aurel Hermansyah Protes Ini

Celetukan Tak Terduga Ayu Ting Ting Soal Kabar Enji Bakal Nikah Lagi, Sohib Ruben Onsu Sebut Hal Ini

Apalagi menurutnya, lahan-lahan pertanian yang kini makin banyak diapit oleh permukiman kemungkinan besar akan menurun produktivitasnya karena limbah rumah tangga yang diproduksi kawasan permukiman.

Diakuinya, memang iming-iming harga jual tanah yang semakin tahun rata-rata semakin tinggi di kawasan tersebut membuat pemilik lahan pertanian sulit untuk menolak tawaran untuk menjual lahannya.

Walau demikian, Ia berharap Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten bisa lebih memikirkan tentang kawasan pertanian di Banua termasuk di Kabupaten Banjar.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani DPRD Provinsi Kalsel, H Burhanuddin pun sependapat.

Dijelaskannya, dari data yang diperoleh Pansus untuk penyusunan Raperda tersebut, diketahui sejak Tahun 2004 rata-rata konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mencapai 187 ribu hektare lebih setiap tahun di Kalsel.

Sedangkan Ia masih mempertanyakan seberapa besar dan efektif konversi lahan tidur menjadi lahan pertanian termasuk peternakan, kehutanan dan perkebunan di Kalsel selama ini untuk imbangi konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian tadi.

Padahal menurutnya bagi masyarakat Indonesia yang kurang lebih 70 persen menggantungkan hidup pada pertanian peternakan, kehutanan dan perkebunan, lahan pertanian otomatis menjadi hal yang vital.

"Ini untuk sepuluh atau dua puluh tahun ke depan harus dipikirkan, bukan hanya saat sekarang," kata H Burhanuddin.

Apalagi menurutnya Raperda Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang saat ini disusun Pansus tentu tidak akan berarti banyak jika lahan pertanian sabagai prasarananya semakin berkurang sejalan waktu.

Karena itu, Pemerintah baik Eksekutif maupun Legislatif harus pikiran cara untuk pertahankan lahan pertanian penghasil pangan di Kalsel tak ketinggalan Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten/Kota.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved