Berita Kotabaru

Hari Kelima Pasca Kebakaran di Pulau Sebuku, Korban Harapan Material Bangunan dan Peralatan Dapur

Korban kebakaran Pulau Sebuku, Kotabaru mengharapkan bantuan material bangunan dan peralatan dapur.

Tayang:
Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Sisa puing kebakaran di desa Sungai Bali, Pulau Sebuku Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Memasuki hari kelima pascakebakaran yang meluluh lantakan ratusan rumah di permukiman warga di Desa Sungaibali, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru.

Kendati kondisi berangsur mulai membaik, namun mayoritas warga menjadi korban belum ada melakukan aktivitas.

Lumpuhnya aktivitas warga mayoritas berprofesi wiraswasta seperti nelayan, petani dan pedagang karena kebingungan yang masih menggelayuti mereka. Tidak fokus melakukan aktivitas, lantaran sebagian besar dari mereka masih mencari rumah untuk tempat tinggal.

Sementara mereka para korban belum bisa membangun kembali rumah mereka yang luluh lantak di lalap si jago merah. Para korban berharap ada bantuan material bangunan dari pemerintah maupun pihak donatur.

Kedekatan Betrand Peto yang Purber & Sarwendah Kerap Dituduh Tak Wajar, Ruben Onsu Bereaksi Begini

Ini Identitas Seorang Warga yang Tenggelam di Sungaitabuk dan Hingga Saat Ini Masih Dicari

Perselingkuhan Marshanda & Arya Satria Dituduhkan Karen Pooroe, Mantan Baim Wong Ancam Lakukan Ini

BREAKING NEWS - Dikabarkan Tenggelam di Sungaitabuk, Warga Pun Lakukan Pencarian Pria Ini

Seperti diungkapkan Iyan, salah-satu korban. Selain berharap bantuan material bangunan, korban juga memerlukan peralatan dapur seperti kompor dan lainnya.

"Untuk membangun rumah kembali belum ke arah sana. Saat ini masih mencari rumah kontrakan," ujar Iyan kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (28/11/2019).

Senada diungkapkan Abdul Sahid, tokoh masyarakat yang juga mantan Kades Sungaibali. Pascakebakaran hingga memasuk hari kelima--hari ini--aktivitas warga masih lumpuh.

Menurut Sahid, lumpuhnya kegiatan warga karena sebagian besar korban kesehariannya nelayan, pedagang, petani dan pekerja serabutan.

"Saat ini mereka (korban) perlu bantuan bahan bangunan, termasuk peralatan dapur," ujar Sahid kepada banjarmasinpost.co.id.

Sekadar diketahui pascakebakaran, pemerintah daerah melalui instansi terkait di antaranya seperti BPBD Kotabaru sudah mendirikan pokso induk, dapur umum dan tenda pengungsian.

Sesuai jadwal masa tanggap darurat berlangsung lebih kurang 14 hari, dimulai tanggal 24 Nopember sampai 7 Desember.

"Sesuai jadwal 14 hari, tidak kalau nanti waktunya diperpanjang. Tergantung bapak Bupati," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya.

Rusian mengakui selama posko induk dibuka, donasi bantuan logistik dan pakaian bekas dari beberapa pihak terus berdatangan. Pihaknya pun kini mulai menyetop penyaluran logistik tersebut.

"Logistik dan pakaian layak pakai sepertinya sudah cukup. Sebab yang ada saja, kami kelimpungan dimana menempatkan. Sampai pinjam gudang milik PT Silo," ujar Rusian.

Plt Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya (tengah).
Plt Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya (tengah). (banjarmasinpost.co.id/herliansyah)

Hanya bantuan yang sangat diperlukan saat ini, lanjut Rusian, adalah bahan-bahan bangunan. Selain peralatan dapur di antaranya seperti kompor, panci dan peralatan lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved