BPost Cetak
Manfaatkan Tanaman Herbal, Suwarti Ciptakan Kerupuk Berbahan Pegagan
Suwarti mengolah tanaman herbal yakni pegagan menjadi bahan baku utama kerupuk olahannya
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanaman Pegagan, dengan nama latin Centella asiatica merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah.
Di tangan seorang warga asal Juai, Kabupaten Balangan, tanaman liar ini bisa bernilai ekonomis.
Tangan Suwarti dengan cekatan memetik helai per helai lembaran daun pegagan yang ada di belakang rumahnya. Bukan untuk disayur, daun tersebut ternyata digunakan oleh perempuan beranak tiga ini sebagai bahan dasar kerupuk yang ia jual.
Ya, sejak kurang lebih setahun lalu, Suwarti, warga Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan ini, mulai melakoni usaha pembuatan kerupuk. Ia berinovasi pada daun pegagan yang dikenal sebagai tanaman herbal.
Daun tersebut disulap Suwarti menjadi kerupuk yang mengandung bahan dasar yang bagus untuk kesehatan. Apalagi daun pegagan dikenal sebagai penyembuh beragam penyakit.
• Si Palui : Halus-halus Sudah Bisa
• Hasil Drawing Euro 2020 Hasilkan Grup Neraka, Jerman,Perancis dan Portugal Satu Grup
• Dilatih Jose Mourinho, Tottenham Hotspur Kembali Menang, Taklukan Bournemouth 3-2
Daun pegagan dikenal sebagai tanaman herbal yang tumbuh liar. Padahal tumbuhan tersebut memiliki khasiat dapat membantu melancarkan aliran darah, menyamarkan stretch mark, meningkatkan fungsi otak kognitif, cepat menyembuhkan luka serta meredakan kecemasan atau stres.
Tanaman pegagan dibawa Suwarti dari Pulau Jawa. Ia mendapatkan ide untuk menjadikan tumbuhan tersebut sebagai camilan dari kampung halamannya.
Kini, Suwarti sudah mulai membudidayakan tanaman liar tersebut di belakang rumah. Ia juga telah mengajukan izin produk ke Dinas Kesehatan Balangan.
Kerupuk pegagan yang dibuat oleh Suwarti kini sudah dipasarkan hingga ke Kota Paringin, ibu kota Balangan. Selain itu, ia juga telah memiliki pelanggan tetap yang selalu membeli kerupuk di tempatnya.
Sebungkus kerupuk pegagan dibanderol dengan harga Rp 2.000.
• Beri Isyarat Jelang Kematian, Gadis SMA di Nias Ini Update Status See You tomorrow!
• Pernah Diamankan Bawa Uang Rp 99 Juta, Kini Saat Ditangkap Pengemis Ini Bawa Uang Rp 194,5 Juta
• LIVE SCTV! Jadwal Live Streaming TV Online Timnas U-20 Indonesia vs Arsenal International Cup Bali
Rasa yang ditawarkan dari kerupuk pegagan, yakni gurih di mulut. Ada pula rasa pahit yang dihasilkan dari daun herbal tersebut. Tentunya kerupuk milik Suwarti juga renyah saat digigit.
Meski belum dipasarkan secara luas, kerupuk Suwarti sudah laku di warung-warung terdekat. Dalam seminggu, ia tiga kali membuat kerupuk.
Tentunya, karena pegagan merupakan bahan dasar kerupuk tersebut, Suwarti pun menjaga tanaman itu. Ia selalu terjadwal untuk menyiram tanaman. Apalagi saat musim kemarau karena hawanya yang sangat panas.(isti rohayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bpost-edisi-minggu-1122019.jpg)