Berita Batola
HEBOH, 3 Sumur Bor di Batola Keluarkan Api, Dinas ESDM Kalsel Minta Warga Cerbon Tidak Konsumsi Air
Keberadaan tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Keberadaan tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungai Sangkai Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola yang mengeluarkan semburan api proyek bantuan dari Kementrian Sosial RI mendapat kunjungan Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno, Senin (2/11/19) sore.
Kehadiran Sutikno diterima Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah dan Ketua RT 02 H Barnawi (60) dan sejumlah warga setempat. Menurut Sutikno, di daerah gambut atau rawa memang banyak terperangkap Coalbed methane (CBM) sehingga sebelum jadi bebatuan mengeluarkan gas.
“Jadi gas yang menyembur dari tiga sumur bor tersebut merupakan gas yang terperangkap dan terbawa air,” katanya.
Atas kondisi ini, sambung Sutikno, maka keberadaan gas dari tiga sumur bor ini akan dilaporkan ke Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Isharwanto dan Dirjen Migas selaku pengelola hilir bagian migas sesuai peraturan UU no 23 tahun 2014 tentang pemda.
• Inul Daratista Pamer Saldo ATM Cuma Rp 100 Ribu, Komentar Teman Ayu Ting Ting Ini Disorot
• Lagi-lagi Ikan Gabus Picu Inflasi di Banjarmasin, BPS Kalsel Catat Segini Inflasi Kota Banjarmasin
• Ke Toko Emas, Benda Dekat Ibunda Ayu Ting Ting Ini Jadi Sorotan, Mirip Milik Mertua Raffi Ahmad?
“Disebutkan dalam uu tersebut, dari hulu dan hilir migas itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Sutikno, meski migas menjadi kewenangan pemerintah pusat, namun keberadaan migas itu di wilayah Kabupaten Batola dan Kalsel sehingga sangat berkaitan dengan keamaanan warga setempat. Dengan menggali kedalaman 20 meter ditemukan gas, diharapkan Batola ada potensi gas yang lebih besar.
“Kita harapkan untuk pengeboran, pekerja lebih hati-hati. Jangan sampai tiga sumur bor ini dijadikan mainan oleh anak-anak. Saya kuatir, tiba-tiba ada tekanan kuat gas dari dalam tanah sehingga saat dipancing pakai api akan menyembur. Ini sangat berbahaya. Tolong juga tiga sumur bor ini dipagari,” katanya.
Menurutnya, keberadaaan tiga sumur bor ini akan menunggu survai lebih lanjut dari Kementrian ESDM, apakah dimungkink untuk dibuat dapur umum atau ekploitasi gas lebih lanjut. Saat ini, untuk menyalakan api dari gas di sumur bor, maka mesin harus hidup sehingga gas dan air itu masih bercampur.
“Saat ini gas masih terperangkap di dalam air. Kita ingatkan air sumur bor jangan digunakan dulu airnya sebelum ada uji kualitas air dari dinas kesehatan. Air yang bercampur gas ini berpotensi mengandum gas metan atau gas pencemar udara yang reaktif untuk kesehatan manusia. Kalau gas itu terikat air, maka akan berbahaya untuk tubuh manusia,” katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kabid-energi-dinas-energi-dan-sumber-daya-mineral-esdm-atau-pertambangan-provinsi-kalsel.jpg)