Pilkada Kalsel 2020

10 ASN Tak Netral di Pileg 2019, Bawaslu Berharap Tak Terulang Lagi di Pilkada Kalsel 2020

Berkaca pada Pemilu baru-baru tadi ada 10 ASN yang laporkan Bawaslu Kalsel ke Komisi ASN lantaran diduga tak netral.

10 ASN Tak Netral di Pileg 2019, Bawaslu Berharap Tak Terulang Lagi di Pilkada Kalsel 2020
HO/Humas Pemkab HSU
Bupati HSU H Abdul Wahid HK saat memeriksa kesiapan linmas untuk Pilkada Kalsel 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Berkaca pada Pemilu baru-baru tadi ada 10 ASN yang laporkan Bawaslu Kalsel ke Komisi ASN lantaran diduga tak netral. Karena itu Bawaslu Kalsel mewanti ASN tetap netral dalam Pilkada Kalsel 2020 mendatang.

Hal itu ditegaskan Anggota Bawaslu Kalsel, Azhar Redhani.

"Netralitas ASN telah diatur dalam pasal 2 Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Namun, masih saja ada yang mengindahkan. Selain politik uang, netralitas ASN juga yang kami sorot pada Pilkada 2020 mendatang,” tegas Azhar Redhani, Senin (9/12/2019)

Dia mengharapkan tak ada lagi temuan dan laporan ASN yang tak netral. Tak bisa dipungkiri, netralitas ASN khususnya di Pilkada, sangat rawan terjadi. Terlebih ketika adanya calon petahana yang mencalonkan diri kembali.

Pegawai Honorer di Pemko Banjarmasin Tidak Boleh Kenakan Atribut PNS Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

Hasil Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam Final SEA Games 2019 Jadi Pemecah Puasa Medali Emas Kedua Tim

Pesan Khusus Ali Syakieb ke Citra Kirana & Rezky Aditya, Nabila Ungkap Hubungan Sang Adik dan Ciki

Diakui pengawasan ASN ini perlu dilakukan oleh semua pihak dengan keterbatasan jumlah personil yang ada di Bawaslu. Termasuk pemerintah daerah setempat yang memberikan pencerahan kepada ASN mereka.

Jika di Kalsel sepuluh salah satunya di antaranya adalah dari Banjarbaru. Dimana Bawaslu Banjarbaru selama pemilihan anggota DPRD tingkat Kota, Provinsi dan RI di 2019 memproses dua laporan yang masuk dalam tim Penegakan Hukum Pemilu.

Dua pelanggaran pemilu itu yakni kasus Kepsek dan Caleg yang terbukti bersalah bagi bagi kalender alias kampanye di sekolahan dan kasusnya sudah diproses pengadilan dan ichract.

"Ya Gakumdu memang satu tema tapi dalam berkas perkasa di split atau dipisah sehingga ada dua laporan yang menjadi produk Gakumdu," kata Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru Dahtiar.

Dijelaskan dia dua kasus ini sudah ditangani oleh Gakkumdu dan Bawaslu, ia yang juga sebagai Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Banjarbaru menyatakan, bahwa kasus ini sudah inkrah dan sudah dilakukan eksekusi. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved