Berita Banjarmasin

Kepsek SMPN 6 Banjarmasin Tawarkan ke Pensiunan Guru untuk Ngajar Lagi, Ditolak & Pilih Nikmati Ini

Kepala Sekolah SMPN 6 Banjarmasin, Wandi, menyambut gembira tawaran dinas pendidikan setempat agar para kepsek dan guru

Kepsek SMPN 6 Banjarmasin Tawarkan ke Pensiunan Guru untuk Ngajar Lagi, Ditolak & Pilih Nikmati Ini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
RAFIKA Noormaliasari guru kelas mengajar lima siswa kelas I SDN Teluk Dalam 10 di Jalan Soetoyo S Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Sekolah SMPN 6 Banjarmasin, Wandi, menyambut gembira tawaran dinas pendidikan setempat agar para kepsek dan guru yang sudah pensiun untuk mengajar untuk mengatasi kekurangan guru PNSyang mencapai 1.500 orang.

“Iya kita sambut baik tawaran dinas pendidikan agar pensiunan kepsek dan guru untuk kembali mengajar. Sayang sebagian guru yang pensiun menolak untuk mengajar kembali,” kata Wandi, Senin (23/12/19).

Menurut Wandi, guru-guru PNS yang sudah pensiun merasa sudah mengabdi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu selama 30 tahun lebih sehingga saat pensiun lebih baik istirawat. Sebagian guru yang sudah pensiun menikmati masa pensiun dan beralih profesi menjadi MC atau momong cucu.

“Sebagian guru yang sudah pensiun menikmati masa pensiun dan gaji pensiun Rp5 juta per bulan. Sebagian lagi guru pensiun beralih profresi sebagai MC atau momong cucu katanya.

Jadwal Siaran Langsung Boxing Day 2019 Liga Inggris di TVRI & Mola TV, Ada Liverpool & Man United

LINK Video Streaming Online RCTI Indonesian Idol 2019 Top 10 Spektakuler Show 6, Live Malam Ini

Video Adegan Mesra Ariel NOAH & Lania Fira Beredar & Viral, Ini Sosok Wanita Bersama Eks Luna Maya

Dijelaskan Wandi, pensiunan guru merasa cukup menerima pensiuan sebesar Rp5 juta per bulan atau 80 persen dari gaji sehingga tak perlu menjadi guru honorer lagi. Begitu ada informasi tawaran dinas pendidikan agar pensiunan guru untuk kembali menjadi honorer di media bpost cetak dan online Bpost, maka info itu langsung disebarkan dari group ke group.

“Sayangnya guru-guru yang saya kenal dan sudah pensiun memilih menikmati uang pensiun Rp5 juta per bulan,” katanya.

Seperti diketahui, berbagai langkah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, untuk mengatasi kekurangan guru PNSyang mencapai 1.500 orang. Salah satunya, memberdayakan kepsek dan guru yang sudah pensiun untuk kembali mengajar untuk menjadi guru honor.

“Iya, kita masih kekurangan 1.500 guru. Berbagai cara kita lakukan seperti menawarkan kepsek dan guru yang sudah pensiun untuk mengajar. Kita minta PNS kepsek dan guru yang pensiun utk jadi guru honorer. Kalau ada yang mau kami persilahkan ,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Menurut Sarwani, setiap enam bulan sekali untuk kekurangan 1.500 guru, dinas pendidikan selalu melakukan update data ke badan kepegawaian daerah (BKD) dan pendidikan pelatihan ( Diklat) Kota Banjarmasin.

“Baru-baru tadi kita sudah komunikasi ke Kemendikbud soal Banjarmasin kekurangan 1.500 guru PNS,” katanya.

Ditambahkannya, dinas pendidikan juga bingung, saat pemerintah pusat mengundang pihak Banjarmasin, apakah pihak BKD hadir atau tidak hadir. Dan sampai saat ini masalah tersebut tidak diketahui sampai saat ini. Dinas pendidikan terus memohon agar ada penambahan kekurangan guru PNS.

“Kenyataannya, pada penerimaan CPNS 2019, tak ada satu pun formasi untuk guru. Ini sangat disayangkan,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved