Travel

Bepergian Menggunakan Pesawat Tanpa Ketularan Flu, Begini Caranya

Di musim liburan seperti ini, banyak orang sudah menjadwalkan untuk pergi ke luar kota atau luar negeri dengan pesawat.

Editor: Eka Dinayanti
kompas.com
Pramugari maskapai Garuda Indonesia membagikan coklat 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di musim liburan seperti ini, banyak orang sudah menjadwalkan untuk pergi ke luar kota atau luar negeri dengan pesawat.

Namun ketika berada di pesawat terbang, Anda mungkin khawatir akan tertular dengan orang sakit, khususnya flu.

Namun, apakah risiko tersebut benar terjadi? Hal tersebut tergantung dengan siapa yang duduk di barisan depan dan belakang Anda.

Selain itu, apa yang Anda sentuh juga memengaruhi terjadinya penularan virus flu.

Flu umumnya ditularkan oleh tetesan liur yang muncrat ketika Anda bersin, batuk, atau sekadar berbicara.
Tetesan liur itu bisa melesat ke udara hingga 2 meter, dan akhirnya terhirup oleh orang-orang di sekitar.
Namun saat berada di udara, tetesan liur itu tidak melayang dalam arus udara di kabin pesawat.

Semarak Perayaan Natal di Betlehem Tak Bisa Dirasakan Umat Kristen Gaza Buntut Blokade Israel

Sediakan Sate dan Darah Ular Kobra, bagi Ian Suhendi Musim Telur Kobra Justru Menjadi Berkah

Anak Anang Tak Suka Syahrini? Ashanty Ungkap Polah Adik Aurel Hermansyah ke Teman eks Krisdayanti

Para peneliti melakukan pengamatan terhadap penumpang dan awak kabin dalam lima penerbangan pulang-pergi dari Atlanta ke kota-kota Pantai Barat, empat di antaranya selama musim flu.

Secara keseluruhan, mereka merekam pergerakan 1.540 penumpang dan 41 anggota awak.

Hanya satu penumpang dalam satu penerbangan terlihat batuk.

Mereka duduk di kabin kelas ekonomi dalam satu lorong.

Kebanyakan penerbangan menggunakan Boeing 757.

Penerbangan berlangsung antara tiga setengah dan lima jam.

Sebagian besar penerbangan juga tidak ada kursi yang kosong.

Studi yang terbit di Prosiding National Academy of Sciences menemukan, 38 persen orang tidak pernah meninggalkan kursi mereka dan 38 persen bangkit hanya sekali.

Sisanya pergi dua kali atau lebih.

Hanya 43 persen orang yang duduk di dekat jendela berdiri, tetapi 62 persen penghuni kursi tengah dan 80 persen dari mereka yang berada di lorong bangun setidaknya sekali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved