Berita Kesehatan

Kapan Sinar Matahari Harus Dihindari? Begini Tips Dokter Vina Agar Kulit Tetap Sehat

Sinar matahari memang bermanfaat, tapi paparan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Kapan Sinar Matahari Harus Dihindari? Begini Tips Dokter Vina Agar Kulit Tetap Sehat
Istimewa
Dr Vina Dwiana 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sinar matahari memang bermanfaat, tapi paparan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Doklter Vina Dwiana, Spesialis Kulit RSUD Ansyari Saleh mengatakan, bahaya terpapar matahari setelah 4-5 jam adalah terbakar surya atau sunburn dengan tanda kulit kemerahan, nyeri, bengkak, lepuh dan berkerak.

Dapat terjadi juga tanda-tabsa penuaan dini, karena ultra violet dari marahari akan merusak serat kulit atau yang namanya elastin. Akibatnya kulit akan mengendur dan meregang, bahkan jadi menggelap, lebih kasar serta kering yang akhirnya keriput.

Juga akan meningkatkan risiko terjadi kanker kulit, sinar UV merusak DNA dan menekan sistem kekebalan kulit, UV menembus dan merusak membran sel kulit, bila terjadu bertahun-tahun maka risiko kanker kulit meningkat.

Sambut Tahun Baru 2020, Ramalan Shio pada Tahun Tikus Logam, Ini Daftar Shio yang Paling Hoki

Viral Video Rafathar Jambak Nagita Slavina, Istri Raffi Ahmad Kesakitan, Ini Sebenarnya Terjadi

Raih Indonesia Best Brand Award, Honda Dinobatkan Jadi Brand Terbaik Sebanyak 16 Kali

Sinar matahari akan menambah risiko kerusakan serat kolagen dan elastin sehingga terjadi keriput. Merusak materi genetik di sel kulit yang akan memicu sel kanker.

Tapi manfaat sinar matahari juga ada yaitu kurang dari pukul 09.00 pagi yaitu bisa merubah pro vitamin D jadi Vitamin D, selain berguna untuk tulang juga untuk kesehatan kulit misalnya untuk penyakit Psoriasis, eksim, jamur kulit dengan cara berjemur kurang dari 15 menit.

Pada pukul 10.00 sampai 15.00 Wita adalah waktu di mana sinar matahari yang paling panas sehingga harus dihindari terpapar langsung dan berlebihan.

Cara melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah memakai tabir surya. Ada tabir surya secara fisik dan yang kimiawi.

Tabir surya fisik yaitu memakai pakaian yang melindungi kulit dari paparan sinar UV yakni pakai bajju lengan panjang, baju panjang, topi, payung, dan lainnya.

Sedangkan yang kimiawi adalah sunblock atau tabir surya atau sunscreen yang mengandung sun protector factor atau faktor pelindung matahari dengan 15 ,30, 50 sampai 65.

Ada tips untuk yang sering terpapar sinar UV. Selain tentunya memakai sunblock dan pakaian yang melindungi tubuh, juga setelah terpapar selalu memakai pelembab yang mengandung Cantela asiatica agar kulit yang rusak cepat pulih, supaya produksi kolagen meningkat lagi dan konsumsi air putih yang cukup

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved