Kalselpedia
Kalselpedia: Pertanian Terpadu Tanpa Limbah
Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu.
Diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang petani berupa pangan, sandang dan papan akan tercukupi dengan sistem pertanian ini.
Dengan kata lain, sistem pertanian terpadu merupakan satu sistem yang menggunakan ulang dan mendaur ulang menggunakan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja.
Pertanian pada hakekatnya merupakan pertanian yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran nutrisi (unsur hara) dan energi terjadi secara seimbang.
• Kalselpedia: Sejarah Berdirinya Damkar Martim
• Kalselpedia : Mengenal Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Batola
• KalselPedia: Dinas Satpol PP dan Damkar Tapin
Keseimbangan inilah yang akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan keberlanjutan produksi yang terjaga secara efektif dan efisien.
Desa Jejangkit, Kabupaten Batola sempat terkenal saat ada momen Hari Pangan se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, pada 18 sampai 21 Oktober 2018 silam.
Kini salah satu kawasan pertanian di desa setempat dijadikan kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah (zero waste integrated planing) oleh kelompok tani Karya Membangun binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola.
Aktivitas dalam zero waste integrated planing ini berupa pemanfaatan sisa dari limbah hasil panen untuk dijadikan bahan organik.
Untuk mengembalikan kesuburan tanah di kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini jerami padi bisa dijakkan sebagai baham untuk menjadi pupuk organik.
Selain itu di kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah juga ada aktivitas pemeliharaan ternak seperti ayam.
Di bawah kandang ayam itu ada kolam ikan sehingga sisa makan ternak pun jadi sumber pakan ikan.
Sementara kotoran ternaknya bisa dijadikan bahan baku untuk mengolah pupuk organik.
Itulah alur kerjanya pada umumnya.
Kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini hampir sama dengan pengelolaan lahan pertanian konvensional.
Salah satu bedanya hanya di sini ada pemanfaatan sisa-sisa limbah hasil pertanian dijadikan bahan yang memberikan nilai tambah sehingga dalam proses pertanian tersebut tidak ada yang terbuang.
Untuk sementara kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah dijalankan di Desa Jejangkit Muara.
Selanjutnya akan menyusul daerah lain seperti Desa Danau Karya Anjir Pasar.
Dalam konsep kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini memadukan semua sektor pertanian seperti peternakan dan perikanan.
Pestisida pertanian pun dibuat dari sekam, sisa-sisa kayu pertanian seperti kayu galam hingga tempurung kelapa.
Bahkan, kedepok pisang pun bisa dijadikan untuk pakan ternak itik.
Di kawasan pertanian terpadu sudah ditebar 1.000 ekor lele.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola menyiapkan drum untuk pengolahan pestisida dari bahan limbah.
Limbah sekam dan tempurung kelapa dibakar, lalu disuling dan cairannya dari hasil penyulingan itu dipakai untuk bahan pestisida alami sayuran.
Kini untuk pestisida sayuran tak perlu lagi memakai bahan kimia.
Pola kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini untuk membuat efisien biaya pertanian.
Petani diharapkan tidak lagi menggunakan lagi pupuk kimia atau pun pupuk subsidi.
Untuk tanah tidak menggunakan kapur, tapi pembenah tanah yang berfungsi untuk meningkatkan PH tanah.
Salah satu kendala dalam pengembangan Kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini tidak menggunakan herbisida sehingga gulma lebih cepat tumbuh subur.
Salah satu faktornya, jarak tanam tidak sempurna.
(banjarmasinpost.co.id/ogi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/panen-perdana-bersama-padi-dengan-combine-harvester.jpg)