Berita Tabalong
Tikam Warga Maburai Murung Pudak hingga Tewas, Pria Ini Akui Tusuk Korban Dua Kali
Petugas gabungan Unit Jatanras Polres Tabalong dan Polsek Murung Pudak berhasil menangkap diduga pelaku penusukan DS (27 warga Mabuari hingga tewas.
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Petugas gabungan Unit Jatanras Polres Tabalong dan Polsek Murung Pudak berhasil menangkap diduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Desa Maburai Rt 03 Kecamatan Murung Pudak, Selasa (01/01/2020).
Korban inisial DS (27), warga Maburai Rt. 01, Murung Pudak meninggal dunia karena luka berat di bagian perut akibat tikaman senjata tajam. Kejadian pada Senin (30/12) pagi di Desa Maburai Rt. 02 Kec. Murung Pudak, Tabalong.
Identitas diduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah MRS (27), warga Desa Maburai Rt. 03, Murung Pudak, Tabalong.
Kapolres Tabalong AKBP M. Muchdori, S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu Matnur, SH, MM mengataman petugas berhasil menangkap inisial MRS (27) yang diduga pelaki penganiayaan yang menyebabkan DS (27) meninggal dunia.
• NEWSVIDEO: Personel BPBD Tapin Bersihkan Sampah yang Tertahan di Jembatan Banua Halat Kiri
• Sebal Putri Ahok ke Veronica Tan Diungkap Saat Detik-detik Kelahiran Anak BTP dan Puput Nastiti Devi
• Beraksi Curi Ayam, Pria Ini Apes Kepergok dan Dibekuk Warga Gunung Raja Tanahlaut
• Sengketa Lahan dengan Pemkab Banjar Masih Jadi Benang Kusut, Begini Harapan Keluarga Ngudiyo
Upaya penangkapan terhadap MRS (27) berawal dari hasil penyelidikan dan pendekatan persuasif petugas dilapangan, sehingga sangat efektif dan efisien.
MRS (27) ditangkap petugas saat berada dirumahnya di Desa Maburai Rt. 03, Murung Pudak. Dan hasil introgasi bahwa MRS (27) mengakui perbuatannya yaitu menusuk korban sebanyak 2 kali yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“MRS (27) saat ini sudah kita bawa ke Polres dan sedang menjalani proses pemeriksaan oleh petugas Satreskrim Polres Tabalong”, terang Iptu Matnur, SH, MM.
Untuk motif tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa DS ini masih dalam proses penyelidikan.
Diketahui nyawa DS (27) tak dapat tertolong setelah mendapatkan perawatan di RSUD Badaruddin Kasim akibat luka tusuk di bagian perut, Senin (30/12/2019).
Dari keterangan warga pengeroyokan terjadi saat korban sampai dirumahnya pada Senin (30/12/2019) sekitar pukul 04.30 Wita.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun korban menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 14.00 wita.
“Luka parah pada bagian perut korban karena membuat isi perut keluar dan ada luka tusuk di bagian tubuh lain, korban meninggal dunia karena luka berat yang dialaminya,” ungkapnya.
• Telanjang Dada, Kai Api jadi Sosok Ikonik yang tak Bosan Ditonton
• Geger Motor Ditemukan di Semak Desa Gunung Raja, Tenyata Dibawa Orang Gila
• Disebut-sebut Jadi Korban Begal, Ternyata Begini Ceritanya yang Dialami Warga Kabupaten Banjar Ini
Anggota keluarga Korban S (47) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tabalong, anggota langsung mendatangi korban ke rumah sakit dan bertemu dengan anggota keluarga kemudian mendatangi tempat kejadian perkara di rumah korban.
Saat mendatangi TKP benar saja terdapat banyak sekali darah di lantai dan mengamankan salahsatu barang bukti berupa satu lembar baju hitam.
“Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan untuk pelaku pengeroyokan, kami mohon dukungan dari masyarakat agar pelaku bisa segera terungkap,” ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/mrs-27-tersangka-kasus-penusukan-yang-menewaskan-ds-27-warga-maburai.jpg)