Kalselpedia

Kalselpedia: Wisata Budaya di Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar memiliki objek-objek wisata religius, wisata alam, wisata sejarah, wisata buatan, cagar budaya serta kerajinan tradisional yang dapat

Tayang:
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Rumah Batu di Pesayangan Martapura 

BANJARMASINPOST.CO.ID, Kalselpedia - Kabupaten Banjar memiliki objek-objek wisata religius, wisata alam, wisata sejarah, wisata buatan, cagar budaya serta kerajinan tradisional yang dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal, nasional maupun macanegara.

Berikut sejumlah wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi:

*Rumah Batu di Pesayangan Martapura

Gaya eklektik dalam arsitektur digambarkan sebagai suatu gaya yang muncul karena adanya keinginan atau usaha menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke dalam bentuk baru.

Begitu pula dengan perkembangan arsitektur eklektik di Kalimantan Selatan, arsitektur Rumah Batu merupakan bukti adanya proses eklektikisme dalam arsitektur setempat.

KalselPedia : Profil Kantor Kelurahan Raya Belanti, Warganya 70 Persen Berprofesi Petani

KalselPedia : Dekat Pusat Perbelanjaan, Ini Fasilitas Layanan Save Hotel Banjarmasin

Kalselpedia: Profil Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar

Pemegang peran utama dalam proses eklektik ini adalah para saudagar atau pedagang, yang tentunya tidak terlepas dari intensitas kontak budaya yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini.

Intensitas kontak budaya ini merupakan bagian utama dari proses akulturasi budaya yang meningkat setelah runtuhnya Kerajaan Banjar pada pertengahan abad ke 19.

*Rumah Tradisonal Suku Banjar (rumah Banjar) Model Palimbangan di Pesayangan

Palimbangan adalah salahsatu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan.

Di zaman Kesultanan Banjar rumah Tipe ini digunakan sebagai hunian para tokoh agama (Islam) dan para Alim Ulamanya.

Bumbungan atap rumah Palimbangan pada rumah induk memakai atap pelana dengan tebar layar yang disebut Tawing Layar.

Jika memakai anjung maka atapnya juga menggunakan atap pelana dengan Tawing Layar. Pada teras/emper depan ditutup dengan atap sengkuap (atap lessenaardak) yang disebut atap Sindang Langit.

Atap Sindang Langit ini menerus ke emper samping sampai di depan Anjung membentuk atap pelana yang sangat lebar.

Rumah Palimbangan ini mempunyai perbedaan dengan tipe lainnya antara lain pada bentuk atap dan ornamen ukiran yang dipakai. Ruang paluarannya beratap pelana dengan hiasan layang-layang di puncak gunungannya.

Atap sindang langit untuk surambi juga diteruskan ke samping sehingga membentuk jurai (jurai luar). Atap ini bertemu atap sindang langit pada anjungnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved