Berita Kabupaten Banjar
Ruangan Sempit, Begini Suasana Layanan di Dukcapil Banjar
Animo warga Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengurus administrasi kependudukan terutama Kartu Tanda Penduduk Elektronik
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Animo warga Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengurus administrasi kependudukan terutama Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP- el) tetap tinggi.
Tiap hari kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Banjar di Jalan Batuah, Martapura, pun selalu disesaki warga.
Seluruh ruang pelayanan dijejali warga sejak pagi mulai pukul 08.30 Wita hingga tengah hari.
Pantauan banjarmasinpost.co.id, Rabu (08/01/2020) pagi, suasana berjejal mulai terasa ketika mendekati kantor Dinas Dukcapil.
• Permintaan Maaf Tasya Farasya pada Luna Maya Mencuat, Nama Pacar Ryochin Jadi Penyebabnya
• Selamat! Cita Citata Dilamar Roy Geurts, Teman Seprofesi Ayu Ting Ting & Via Vallen Pamer Benda Ini
• Balas Serang Belasan Rudal Iran, Pentagon Siapkan Ini saat Suhu Politik Amerika Vs Iran Memanas
• Wow Kain-kain Sasirangan Cantik Khas Batola Juga Ada di Rumah UMMKN di Handil Bakti
Beberapa petugas parkir sibuk mengatur warga yang berdatangan ke beberapa area parkir setempat seperti di halaman rumah warga dan halaman langgar (surau).
Halaman depan kantor Dukcapil yang dulu dimanfaatkan untuk area parkir kendaraan warga, kini cuma dikhususkan untuk parkir kendaraan pegawai.
Meski begitu suasananya tetap berjejal karena area halaman yang sempit itu kini dimanfaatkan untuk layanan verifikasi awal.
Di tempat itu, staf Dukcapil menanyai tiap warga yang datang hendak mengurus dokumen administratif apa, apakah dafduk (pendaftaran penduduk) atau capil (pentatatan sipil). Selanjutnya tiap warga diberi nomor antrean.
Kadang pukul 10.00 Wita layanan pengambilan nomor antrean telah ditutup karena adakalanya kunjungan warga cukup banyak.
Namun setelah jam istirahat siang, nomor antrean bisa dibuka kembali meski jumlah kuota yang disediakan tak seberapa.
Semua loket layanan yang ada di ruangan gedung Dukcapil seluruhnya penuh warga.
Begitu pula ruangan samping kiri gedung yang dimanfaatkan untuk ruangan perekaman KTP El, juga disesaki warga.
Lantaran minimnya faislitas bangku tunggu, sebagian dari mereka pun terpaksa berdiri atau duduk jongkok.
Namun semuanya tertib meski mesti menunggu giliran perekaman yang kadang hingga puluhan menit.
"Sudah sekitar satu jam nie menunggu. Sabar saja, ya mau bagaimana lagi karena memang panjang begini antreannya," ucap Aini, warga Sungaitabuk.
Lelaki lanjut usia itu mengatakan dirinya mengantarkan keponakannya mengurus perekaman KTP El.
"Perlu KTP El karena untuk melamar pekerjaan. Mudah-mudahan nanti cepat selesai fisik KTP-nya," tandasnya.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-berjejal-antre-perekaman-ktp-el-di-kantor-disdukcapil-banjar-rabu-81-siang.jpg)