Objek Wisata Kalsel

80 Macam kuliner Khas Banjar Ada di KWK) Mawarung Baimbai Banjarmasin

Kawasan wisata kuliner (KWK) Mawarung Baimbai di Sungai Jingah, Banjarmasin, merupakan salah satu destinasi yang cukup menarik untuk dikunjungi.

80 Macam kuliner Khas Banjar Ada di KWK) Mawarung Baimbai Banjarmasin
BANJARMASINPOST.CO.ID/AHMAD RIZKI ABDUL GANI
Pengunjung sedang menikmati menu khas di KWK Mawarung Bawarung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawasan wisata kuliner (KWK) Mawarung Baimbai di Sungai Jingah, Banjarmasin, Kalsel, merupakan salah satu destinasi yang cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Pasalnya, di tempat ini pengunjung selain bisa mengenal beraneka ragam kuliner khas Banjar, melainkan juga bisa mencicipinya langsung.

Harganya kudapan dan makanan yang dijual pun terbilang cukup relatif murah. Bahkan menurut ketua kelompok sadar wisata Kelurahan Sungai Jingah, hanya dengan uang Rp 10.000, perut wisatawan sudah bisa kenyang dibuatnya.

Selain itu, yang juga menjadi ciri khas pusat perbelanjaan kuliner ini, aneka kudapan serta makanan yang dijual sangat banyak. Bahkan bila ditotal ada sekitar 80 an jenis kuliner ditawarkan.

Tujuh Puskesmas Raih Akreditasi, Satu Raih Nilai Paripurna, Guru Khalil Ungkap Kado Perpisahan

Mencicipi Kuliner Khas Banjar Sampai Berpetualang Mengenal Sejarah Banua

Evan Dimas Pilih Persija sebagai Wadah Berlabuh di Musim 2020, Pantas Enggan Berlama-lama di Barito

Akhirnya Ahmad Dhani Ungkap Alasan Pilih Mulan Jameela & Depak Maia Estianty, Ashanty & Anang Kaget?

Di antaranya, nasi kuning, nasi sop, soto banjar, laksa, putu mayang, kue ipau, kararaban, lempeng bakunyung dan banyak lagi jenis kuliner lainnya.

Namun bagi yang ingin ke tempat tersebut, perlu mencatat satu hal ini. Pasalnya, kawasan wisata kuliner Mawarung Baimbai tidak buka setiap hari. Dalam sepekan hanya buka dua hari, setiap Selasa dan Sabtu. Waktu buka, mulai pukul 15.00 Wita sampai paling lama pukul 20.00 Wita.

Perlu diketahui juga, kalau berkunjung saat malam, mungkin akan menemui suasana yang mulai lengang. Karena, para pedagang  juga bergantung pada barang dagangannya yang bisa jadi cepat habis terjual. Semakin cepat habis mereka menjual kulinernya, maka akan semakin cepat pula menutup lapak jualannya. (Banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved