Travel
Pokdarwis berharap KWK Mawarung Baimbai Lebih Tertata
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah memiliki banyak harapan terhadap destinasi wisata Mawarung Baimbai.
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Hari Widodo
Diantaranya seperti Nasi Kuning, Nasi Sop, Soto Banjar, Laksa, Putu Mayang, Kue Ipau, Kararaban, Lempeng Bakunyung, hingga banyak lagi jenis kuliner lainnya.
Namun buat kalian yang ingin ke tempat tersebut, perlu mencatat satu hal ini. Pasalnya, kawasan wisata kuliner Mawarung Baimbai tidak buka setiap hari.
Melainkan dalam sepekan hanya beroperasi dua hari yaitu setiap Selasa dan Sabtu. Selain itu, begitu juga waktu beroperasi, destinasi ini mulai buka dari pukul 15.00 sampai paling lama pukul 20.00.
Namun jangan heran, bila berkunjung ke tempat tersebut, ketika lebih malam kalian berkunjung, justru akan sudah menemui sejumlah pedagang nampak lengang.
Karena selain mereka beroperasi berpatok dengan waktu, pedagang kawasan wisata kuliner Mawarung Baimbai juga akan bergantung pada barang dagangannya.
Semakin cepat habis mereka menjual kulinernya maka akan semakin cepat pula mereka menutup lapak jualannya.
Selain bisa mengenal dan mencicipi langsung beraneka ragam kuliner khas Banjar.
Para pengunjung sebetulnya juga bisa menikmati ketenangan dan keindahan Sungai Martapura.
Selain itu, persis di samping para pedagang berkumpul menjajakan kulinernya juga terdapat meseum Wasaka.
Nah, di meseum ini kalian bisa berpetualang melihat lebih dalam sejarah kota berjuluk seribu sungai bahkan Kalimantan Selatan sekalipun.
Sehingga, tidak heran dengan menyimpan banyak daya tarik tadi membuat terus eksistensi hingga sekarang.
Hal ini terbukti dengan banyaknya para pengunjung yang datang. Bahkan menurut ketua kelompok sadar wisata setempat, dalam sepekan atau dua kali beroperasi yakni saban Selasa dan Sabtu pengunjung bisa mencapai 1.000 orang.
Tidak sampai di situ, bukti yang lain yang seolah menjadi hal wajib bagi para wisatawan bertandang ke destinasi ini, beberapa waktu yang lalu KWK Mawarung Baimbai kedatangan turis Filipina.
Mereka adalah para mahasiswa Filipina yang sedang menjalani pertukaran pelajar dari negara asalnya ke Indonesia.
Selain itu, tidak hanya turis mancanegara, destinasi yang bertempat di bawah Jembatan Banua Anyar ini juga sering kedatangan wisatawan asal Provinsi tetangga sampai ibu kota negara atau Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pedagang-di-kwk-mawarung-baimba.jpg)