Selebrita

Reynhard Sinaga Dakwa Diri Sendiri dalam Kasus Perkosaan di Inggris

Akademisi sekaligus sejarawan asal Inggris , Peter Carey, menilai kasus Reynhard Sinaga menghebohkan Indonesia bukan karena dia dari negeri ini

Editor: Alpri Widianjono
(GREATER MANCHESTER POLICE via BBC)
Sebuah rekaman CCYV memperlihatkan ketika Reynhard Sinaga meninggalkan apartemennya untuk memburu korban. Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup dalam kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris, dengan korbannya adalah pria. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Akademisi sekaligus sejarawan asal Inggris yang tinggal di Tangerang, Peter Carey, menilai kasus Reynhard Sinaga menghebohkan Indonesia bukan karena dia berasal dari negeri ini.

Reynhard menghebohkan Indonesia, Inggris bahkan dunia karena dia psikopat.

Reynhard dihukum seumur hidup oleh pengadilan Kota Manchester karena memerkosa hampir 200 pria dan memvideo perbuatannya.

Oleh karena kasus ini riskan maka persidangannya sejak 2017 dilakukan tertutup.

Berikut petikan wawancara khusus Tribunnews dengan Peter Carey di kediamannya, Sabtu (11/1).

Sebagai akademisi sekaligus sejarawan Inggris yang sudah lama di Indonesia, apa yang membedakan pengadilan antara kedua negara ini?

Pengetahuan saya seputar pengadilan di Indonesia hanya sepintas melalui koran. Di sini semua masuk ke liputan.

Di Inggris, jika ada kasus kriminal, semua tergantung keputusan hakim, tidak boleh diliputkan.

Berkaca pada kasus Reynhard Sinaga yang jalan persidangannya tertutup, sebenarnya ada berapa proses pengadilan di Inggris?

Seumpamanya dari awal sudah diliput, tidak mungkin Reynhard menjalani empat proses persidangan.

Masing-masing persidangan melibatkan dewan juri. Mereka lah yang mengambil keputusan terdakwa bersalah atau tidak.

Apakah bisa mengusulkan keringanan atau bagaimana?

Ini kasus besar karena melibatkan mungkin 190 korban. Mungkin 48 korban yang tidak diketahui nama, masih ada yang sedang diselidiki.

Ada 156 dakwaan yang muncul, melibatkan 48 orang pada sidang ini.

Ada orang yang masih muda, kena trauma, yang kena emosi berat hingga ingin bunuh diri karena merasa sangat kurang nyaman, merasa mual dan muak dengan apa yang terjadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved