Berita Kalteng

Gelombang Tinggi Bikin Nelayan Pantai Ujung Pandaran Libur Melaut, Terpaksa Cari Rajungan

Cuaca ekstrim membuat sebagian nelayan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur libur melaut.

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kapal pencari ikan milik Nelayan Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kalteng yang dibiarkan parkir di pantai karena nelayan takut melaut lantaran cuaca ekstrem. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Cuaca ekstrim membuat sebagian nelayan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sejak awal Januari 2020 hingga saat ini memilih untuk tidak mencari ikan di pesisir laut Jawa.

Hampir setiap hari sejak awal Januari 2020 ini, pesisir pantai laut jawa di wilayah Kalteng diselimuti mendung disertai angin kencang.

Situasi tersebut, sangat riskan bagi nelayan di Pantai Ujung Pandaran dalam mencari ikan karena kapal rawan karam dihantam gelombang dan angin kencang.

Saat ini, sebagian mereka memilih mengerjakan pekerjaan lainnya yang bisa mendatang uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Begini Sulitnya Evakuasi Korban Tenggelam di Batibati, Penyelam Terpaksa Menarik Rambut ISP

Daha Selatan Miliki Taman Bermain Bersahaja, Tiap Sore Ramai Dikunjungi Warga

Tubuh Montok Syahrini Saat Liburan di Los Angeles Disorot, Istri Reino Barack Pamer Ini Pagi Hari

Akhirnya Ahmad Dhani Ungkap Alasan Pilih Mulan Jameela & Depak Maia Estianty, Ashanty & Anang Kaget?

"Ya, terpaksa istirahat sementara menunggu waktu hingga cuaca normal, karena jika nekat kapal bisa karam di laut, taruhannya nyawa kami," ujar Rauf salah satu nelayan Pantai Ujung Pandaran, Senin (13/1/2020).

Dikatakan dia,  saat ini, kapal -kapal penangkap ikan milik nelayan di Pantai Ujung Pandaran sejak awal bulan lalu, banyak yang tambat di bibir pantai, karena tidak melaut.

"Saat ini banyak kapal tambat di pinggiran pantai, karena musim seperti ini kami takut melaut, sangat rawan, jikapun tetap melaut menunggu cuaca baik, itupun tak jauh dari pantai," ujarnya lagi.

Sebagian nelayan tetap melaut namun hanya mencari jenis rajungan yang ada di pesisir pantai tidak sampai jauh ke laut.
Sebagian nelayan tetap melaut namun hanya mencari jenis rajungan yang ada di pesisir pantai tidak sampai jauh ke laut. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Namun begitu, sejumlah nelayan yang tetap melaut mengalihkan tangkapan dari yang awalnya ikan beralih mencari jenis rajungan karena lokasi pencarian tidak terlalu jauh dari pantai sudah bisa mendapatkan jenis hewan laut berupa rajungan tersebut.

"Rajungan mencarinya tidak jauh kelaut cukup di pesisir pantai saja," ujarnya.

Produksi Ikan Kalteng Turun

Sementara itu, dampak dari tidak melautnya nelayan, mengakibatkan produksi ikan laut menjadi berkurang, tentunya ini juga berdampak pada naiknya harga jual ikan di pasar, sebab produksi ikan dari nelayan berkurang sedangkan permintaan tidak berubah.

Kesurupan Teman Teddy Seusai Tahlilan Lina, Mantan Istri Sule, Adik Rizky Febian Bikin Ulah

Kisah di Balik Foto Bayi Ahok BTP & Puput Nastiti Devi Diungkap Fotografer, Rumah Sakit Jadi Begini

Dikenal sebagai Siswi yang Cerdas, Begini Sosok ISP yang Tewas Tenggelam di Tabukan Batibati

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalteng, Darlinsjah, membenarkan, terjadinya penurunan produksi ikan hingga 40 persen terutama untuk jenis ikan laut karena cuaca kurang bersahabat bagi nelayan yang biasa mencari ikan di laut, terutama pesisir laut jawa sekitar Kalteng.

Suaca ekstrem tidak bersahabat tersebut terjadi mulai awal bulan Januari lalu.

"Ya memang, cuaca ekstrem membuat para nelayan tidak berani turun menangkap ikan terutama di laut, karena gelombang tinggi angin kencang sehingga rawan untuk nelayan melaut, dan produksi ikan Kalteng cukup berpengaruh," ujarnya.  (banjarmasinpost.co / faturahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved