Berita Banjarmasin
Nilai Bidang Kesehatan di Kalsel Terabaikan, Politisi Gerindra Usulkan ini
Pada masa jabatan 2019-2024, ada total 11 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan (Kalsel)
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada masa jabatan 2019-2024, ada total 11 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang bertugas di Senayan.
Namun tak seluruhnya bertugas tersebar di seluruh Komisi di Parlemen RI yang berjumlah XI Komisi.
Hal ini dinilai Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H M Luthfi Saifuddin merugikan masyarakat Kalsel, pasalnya menurut H M Luthfi tak seluruh aspek kepentingan masyarakat Banua dapat maksimal terakomodir di Senayan.
Contoh paling kentara menurut H M Luthfi, yaitu tak adanya Anggota Dewan dari Dapil Kalsel di Komisi IX yang membidangi kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Hal ini sebabkan pada saat masa reses Anggota DPR RI, aspirasi masyarakat Kalsel bidang kesehatan dan ketenagakerjaan tidak maksimal terserap.
• Sesal Bibi Ardiansyah Pasca Nikahi Vanessa Angel, Menantu Doddy Sudrajat Sebut Soal Kesalahan
• Dua Janda Renta Hidup Miskin dan Sebatang Kara, Nama Mereka Tak Terdaftar dalam Penerima Bansos
• Ashanty Mati Perlahan Jadi Misi Pengirim Santet pada Istri Anang, Ibu Aurel Hermansyah Bereaksi
Karena itu, Politisi Partai Gerindra ini suarakan usulannya agar konsep reses DPR RI dilakukan mewakili fraksi bukan terkotak-kotak pada bidang Komisinya saja.
Hal ini disampaikan H M Luthfi kepada Badan Musyawarah (Banmus) DPR RI saat konsultasi Banmus DPRD Provinsi Kalsel di Jakarta, Senin (13/1/2020).
“Kalau mereka turun sebagai fraksi tentu seluruh aspirasi semua komisi bisa tersalurkan. Ini harapan yang kami sampaikan ke DPR RI, untuk dibahas dan dipertimbangkan,” kata H M Luthfi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian Sekretariat mewakili Kepala Biro Kesekretariatan Pimpinan Banmus DPR RI, M. Zaqki Z. Thamrin berjanji akan menyampaikan seluruh hasil pertemuan ke tingkat pimpinan.
Namun sebelum usulan tersebut dibahas, Ia harapkan masyarakat Kalsel bisa memaksimalkan Rumah Aspirasi sehingga bisa menjadi media untuk mensinergikan anggota DPRD Kalsel dengan anggota DPR RI.
“Harapan kami, peran Rumah Aspirasi bisa dimaksimalkan karena disitulah tempat untuk menampung permasalahan-permasalahan di daerah untuk dibawa ke Jakarta. Termasuk hasil-hasil reses anggota dewan,” terangnya.
Diketahui lada masa jabatan DPR RI 2019-2024, Perwakilan masyarakat Kalsel absen di Komisi II, IV, VI, IX dan XI.
Sebelas Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel di Senayan tersebar di Komisi I, III, V, VII, VIII dan X.
Pada Komisi I ada Syaifulah Tamliha dan Bambang Heri Purnama, Habib Aboe Bakar dan Pangeran Khairul Saleh di Komisi III, Rifqinizamy Karsayuda di Komisi V, Sulaiman Umar, Hasnuryadi Sulaiman, Zairullah dan Syafruddin H Maming di Komisi VII, Saiful Rasyid di Komisi VIII dan M Nur di Komisi X.
Pada kesempatan ini, Pemimpin Rombongan Banmus DPRD Provinsi Kalsel yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Hj Karmila nyatakan selain memperoleh informasi tentang tugas dan fungsi Banmus DPR RI, pihaknya juga melalukan konsultasi terkait peran Banmus lainnya secara kelembagaan.
“Dalam pertemuan ini, alhamdulillah kita semua banyak mendapatlan masukan-masukan mengenai tugas dan fungsi serta peran Banmus dalam rangka menunjang tugas-tygas DPRD Prov. Kalsel secara kelembagaan agar menjadi lebih baik lagi,” kata Hj Karmila.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/20200114humas-dewan-suasana-konsultasi-banmus-dprd-kalsel-ke-banmus-dpr-ri.jpg)