Berita Bisnis

Nasabah Bumiputera Kesulitan Cairkan Klaim Asuransi Sejak Dua Tahun Terakhir, Berikut Penuturannya

Nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera di Banjarmasin, keluhkan pencairan klaim polis asuransi yang bermasalah akhir-akhir ini

Nasabah Bumiputera Kesulitan Cairkan Klaim Asuransi Sejak Dua Tahun Terakhir, Berikut Penuturannya
banjarmasinpost.co.id/mariana
Kantor Bumiputera cabang Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera di Banjarmasin, keluhkan pencairan klaim polis asuransi yang bermasalah akhir-akhir ini.

Penuturan seorang pemegang polis Bumiputera Kantor Cabang A Yani Banjarbaru, Rini Fitriani (44) mengaku keterlambatan pencairan klaim berlangsung sejak dua tahun terakhir.

"Dua tahun lalu polis asuransi saya produk Beasiswa Berencana sudah jatuh tempo, pada saat saya datangi kantor Bumiputera untuk melakukan klaim ternyata mereka tidak bisa cairkan tepat waktu. Saya harus tunggu keterlambatan pembayaran klaim selama berbulan-bulan," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (21/1/2020).

Pada saat itu diakuinya, dia dan teman-teman sesama nasabah mengetahui perihal carut marut kondisi keuangan dari Bumiputera sudah berlangsung di Pulau Jawa, dan ternyata setelah dua tahun berjalan sejak kejadian itu pihak Bumiputera selalu tak bisa tepati klaim polis sesuai tanggal jatuh tempo.

VIRAL di Medsos, Cuma Guru Geografi, Pria Ini Berani Nikahi Artis Terkenal, Ini Ucapan Haru Si Artis

Sambut Imlek 2020, Ramalan 12 Shio di Tahun Tikus Logam, Cek Hoki Anda Hadapi Tahun Baru China 2571

Buka Hanya Tiap Selasa, Warung Sate Kambing Bu Suman Selalu Dipadati Pelanggan, ini Rahasianya

Ketidakjelasan hal yang berlangsung terus-menerus membuat Rini memutuskan untuk menghentikan pembayaran premi untuk seluruh polis yang tersisa.

Total ada empat polis miliknya yakni pembayaran premi per tahun sebesar Rp 3 juta, per tiga bulan Rp 500.000, per tiga bulan Rp 400.000, dan per tiga bulan Rp 250.000.

Salah satu polis milik Rini akan jatuh tempo pada 2022 nanti sebesar Rp 32 juta. Karena sudah berhenti lakukan pembayaran premi, ia harus menunggu pada 2022 nanti untuk pencairan, dan hal tersebut pun harus menunggu antrean serta tidak ada kepastian pembayaran.

"Sekitar dua bulan lalu kami berinisiatif melakukan pertemuan dengan pihak Bumiputera tiga orang, jumlah nasabah saat itu terkumpul delapan orang. Kami saat itu mengkonfirmasi kondisi keuangan yang terjadi saat ini di Bumiputera, berdasarkan penjelasan ternyata uang premi yang masuk dari nasabah disalahgunakan oleh pimpinan dan pengelola keuangan untuk kepentingan pribadi," kata dia.

Ditambahkannya, pihak Bumiputera berjanji akan melunasi pembayaran polis milik nasabah, jajaran direksi sedang berbenah dan berusaha bangkit dari kebangkrutan.

Mirip skema ponzi, Bumiputera masih mengharapkan para nasabah masih lakukan pembayaran premi.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved