Berita Banjarmasin

Video Sidang Kasus Korupsi di KNPI Tala, Mantan Ketua KNPI Tala dan Bendahara Bersaksi

Mantan Sekretaris DPD KNPI Tanah Laut periode 2017-2020 Puput Baharuddin duduk menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi di PN Tipikor Banjarmasin.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mantan Sekretaris DPD KNPI Tanah Laut periode 2017 - 2020 Puput Baharuddin duduk menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (21/1) siang,

Tanpa didampingi penasehat hukumnya, Puput tampak menyimak keterangan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanah Laut. Ya, kemarin sidang lanjutan terdakwa Puput dengan materi mendengarkan keterangan saksi.

Lima saksi yang dihadirkan JPU yakni mantan Ketua DPD KNPI Tala Syaharuji Fadilah dan Bendahara DPD KNPI Tala Faulina Riska
keduanya lebih dulu divonis dan saat ini tengah menjalani penahanan di rutan Pelaihari dalam kasus yang sama, M Zarkani, Ramadani (sekretaris rapat kerja, dan Drs H Kamal.

Saksi pertama ,mantan Ketua DPD KNPI Tala Syaharuji Fadilah mengatakan pengajuan bantuan ini bukan pada jaman ia menjabat dimana sebelumnya ada rapat anggota kemudian disepakati dan diajukan. Dan sesuai aturan setelah disetujui maka dapat dan dana bisa keluar.

"Diajukan Rp 2 miliar disetujui Pemda Rp 1,2 miliar ," ucapnya menjawab pertanyaan JPU.

Ditegur Agar Tutup, Kandang Babi di Guntung Manggis Tetap Buka, Satpol PP Akan Lakukan Ini

Peserta CPNS Antre Ambil Kartu Ujian, BKD Siapkan Pemasangan AC dan Jaringan Komputer

VIRAL di Medsos, Cuma Guru Geografi, Pria Ini Berani Nikahi Artis Terkenal, Ini Ucapan Haru Si Artis

Inul Daratista Jadi Pelakor di Tahun 2020 Diramal Intagram, Istri Adam Suseno Bereaksi Begini

Setelah itu pihaknya sepakati kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan terjadwal dan pengambilan uang ke bank pun sesuai dengan jadwal kegiatan.

Menurutnya terdakwa sebagai seketaris karena ia merasa pengalaman terdakwa yang pernah kerja ia rasa mampu. Ia pun mengatakan seingatnya penyaluran dana diketahui seketaris.

"Seingat saya diketahui seketaris dan bendahara," paparnya ketika ditanya JPU seraya mengatakan untuk penyaluran tak ingat kemana tapi telah ada di BAP penyidik.

Dan untuk menarik uang ke bank hanya bisa dilakukan dirinya dan bendahara. Ditanya JPU apa ada potongan ditarik setiap kegiatan, saksi mengatakan tidak ada angka pasti namun kegiatan yang dulu dilakukan dimana berapa kegiatan habis dan berapa anggaran ada.

"Dana kita tarik bertahap sesuai dengan kegiatan," ucap saksi kala menjawab pertanyaan majelis hakim mengenai dana yang disetujui Pemda sebanyak Rp1,2 miliar tersebut.

Sementara itu Bendahara KNPI Faulina Riska yang telah dulu divonis dan juga dijadikan saksi kali ini mengatakan ada sisa uang yang mereka telah kembalikan ke Pemda sebelum perkara ini maju yakni sekitar Rp 141 jutaan. Dan saksi pun mengatakan ada buku catatan keuangan yang ia miliki.

Kehamilan Nagita Slavina Disinggung Raffi Ahmad, Ipar Syahnaz & Nisya Ahmad Mantap Bereaksi Begini

Foto Pelukan Gading Marten & Juria Hartmans Muncul Pasca Undangan Pernikahan Gisella & Wijin Viral

DPRD Kotabaru Janji Dukung Anggaran Tanggulangi Krisis Air Bersih yang Selalu Terjadi Saat Kemarau

Sebelumnya, mantan Seketaris DPD KNPI Tanah Laut periode 2017 - 2020 Puput Baharuddin duduk menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (13/1/2020) siang,

Puput yang selama ini telah ditahan di rutan Pelaihari menjalani sidang perdana atas dugaan korupsi dana hibah untuk DPD KNPI Tala beberapa waktu lalu.(banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved