Berita Banjarmasin

Kanwil Kemenkumham Kalsel Komunikasikan Program Pembangunan Lapas ke DPRD Provinsi Kalsel

Jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Kalsel sambangi Kantor DPRD Provinsi Kalsel sekaligus hadiri rapat

Kanwil Kemenkumham Kalsel Komunikasikan Program Pembangunan Lapas ke DPRD Provinsi Kalsel
humas dprd kalsel
Suasana Rapat Komunikasi Kanwil Kemenkumham Kalsel dengan DPRD Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Kalsel sambangi Kantor DPRD Provinsi Kalsel sekaligus hadiri rapat komunikasi antar dua lembaga tersebut, Rabu (22/1/2020).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M Syaripuddin bersama Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalsel.

Sedangkan rombongan Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel dipimpin Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel, Agus Toyib.

Dari beberapa hal yang dibahas dalam rapat ini, program pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) baru di Kalsel juga mencuat.

Hal ini menjadi salah satu yang fokus dikomunikasikan Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel dengan DPRD Provinsi Kalsel.

Disampaikan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel, Agus Toyib, dalam rencana program pembangunan Lapas baru di Kalsel pihaknya memang belum mengajukan secara spesifik dimana lokasi dan berapa luas lahan yang diperlukan.

Diam-diam Luna Maya & Ariel NOAH Sering Bertemu Kata Furi Harun, sang Anak Indigo Sebut Soal Nekat

Akhirnya Uus Buka Suara Soal Aib Andhika Pratama Dibongkar Nikita Mirzani, Suami Ussy Disebut Begini

Pinkan Mambo Diisukan Bangkrut Pasca Digantikan Mulan Jameela Jadi Duet Maia Estianty, Ini Faktanya

Namun menurutnya ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk membangun Lapas diantaranya hal dasar yaitu ketersediaan suplai air dan kelistrikan.

Selain itu, lokasi Lapas juga idealnya tak terlalu jauh dari kantor aparat keamanan serta kondisi lahan yang produktif yang artinya kondisi lahan rata dan tidak berada di tanah yang labil juga menjadi syarat.

Hal ini dinilai penting untuk mendukung keandalan konstruksi bangunan Lapas agar tak mudah retak atau rusak karena struktur tanah yang labil.

Agus memproyeksikan Lapas baru yang diprogramkan minimal memiliki kapasitas untuk menampung 500 warga binaan.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved