Animal Rescue Banjarmasin

Tim Animal Rescue Juga Sering Tanggapi Aduan Serangan Lebah, Begini Cara Mengatasinya

Terbentuk sejak 2018 lalu dibawah binaan BPBD Kota Banjarmasin, keberadaan Tim Animal Rescue tidak hanya aktif melakukan evakuasi ular.

Tayang:
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Didik Triomarsidi
Tim Animal Rescue Banjarmasin
Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terbentuk sejak 2018 lalu dibawah binaan BPBD Kota Banjarmasin, keberadaan Tim Animal Rescue tidak hanya aktif melakukan evakuasi ular.

Rupanya keahlian dan kepedulian terhadap satwa rupanya juga sering mereka implementasikan ke jenis binatang lainnya.

Hal ini terbukti seiring tuntasnya sejumlah misi atas laporan masyarakat dalam penanganan lebah dan tawon di pemukiman warga.

Hanafi seorang admin penerima aduan sekaligus petugas lapangan Tim Animal Rescue mengatakan bahkan jika dibanding dengan laporan penanganan ular, justru penanganan lebah lebih banyak.

Tenaga Honorer Se-Indonesia Bakal Dipensiunkan, Hanya Pegawai Berdasarkan UU yang Dipertahankan

VIRAL di Medsos, Cuma Guru Geografi, Pria Ini Berani Nikahi Artis Terkenal, Ini Ucapan Haru Si Artis

VIRAL, Bocah Ini Dulunya Cakep, Setelah Dianiaya Orangtuanya hingga Sakit Ingatan & Buta, Kondisinya

Akhirnya Uus Buka Suara Soal Aib Andhika Pratama Dibongkar Nikita Mirzani, Suami Ussy Disebut Begini

Selain itu jenisnya pun beragam. Sehingga setiap penanganan tentu memiliki tingkat risiko bahaya serta kehati-hatian yang bermacam-macam.

" Contohnya seperti Tawon Vespa Afinnis. Jenis Tawon ini sangat sakit bila telah menyengat. Bahkan jika dibanding dengan lebah, yang meninggalkan rasa sakit pada sekitar gigitan saja, Tawon ini justru sekutu badan," jelas Hanafi.

Untuk itu setiap penanganan pihaknya pun selalu disertai perlengkapan dan peralatan pelindung lengkap. Selain itu diharapkan

Terlebih mengharapkan setiap hasil akhir keberlangsungan hidup lebah masih terjaga, sehingga penanganan lebih banyak dilakukan malam hari.

" Kenapa? Karena malam hari mereka cenderung hinggap di sarang. Nah kalau sudah begitu baru bisanya kami pun menggunakan karung untuk meevakuasinya," jelas Hanafi.

Berbeda dengan lebah, penanganan Tawon justru lebih berisiko tinggi dan berbahaya. Sehingga tidak jarang pihaknya pun menggunakan cairan penyemprot untuk mengusirnya.

Nyali Saja Tidak Cukup

Berbicara tentang ular, ya sudah pasti banyak beranggapan adalah hewan mengerikan, berbahaya dan mengancam.

Meskipun terkadang ada pula yang jenisnya eksotis, sayangnya kesan stereotip yang terlanjur melekat, membuat tidak banyak orang yang berani mendekatinya.

Namun bagi warga Kota Banjarmasin tidak perlu kawatir jika bertemu dengan ular. Terlebih ketika telah memasuki pemukiman, Tim Animal Rescue pun akan siap membantunya.

Hanafi, seorang personel Tim Animal Rescue menjelaskan secara penanganan sudah pasti pihaknya selalu disertai kehati-hatian.

Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga.
Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga. (Tim Animal Rescue Banjarmasin)

Bahkan tidak hanya kepada ular berbisa, ular besar jenis piton atau sawa pun memerlukan kewaspadaan tinggi guna mengantisipasi setiap serangan.

"Karena kalau nyali saja tidak cukup. Melainkan juga keahlian, ketepatan serta lebih penting lagi adalah peralatan," jelasnya.

Karena dengan menggunakan peralatan seperti hook, tentu akan memberikan jarak lebih aman rescuer dari pada langsung dengan tangan.

Terutama ketika penanganan jenis ular berbisa seperti Kobra, karena tipe ular ini selain akan menggigitkan bisanya sebagai bentuk pertahanan, juga menyemburkan ke arah lawan.

" Nah, penggunaan hook di sini sangat disarankan. Karena kalau tidak, rescuer selain berisiko akan lebih mudah tergigit, juga terkena sembur bisa ular tersebut," jelasnya.

Hanafi juga mengatakan pada penggunaan hook pun sebetulnya sangat mudah dalam proses evakuasi ular.

Meski tetap disertai kewaspadaan tinggi, namun usahakan sebelum menangkap ular agar menekan terlebih pada bagian kepala reptile tersebut.

" Nah ketika sudah dirasa aman, biasanya saya pun langsung menangkapnya," jelas Hanafi.

Ular yang berhasil ditangkap dari hasil penyelamatan pihaknya, tambah Hanafi biasanya selalu diusahakan dalam kondisi hidup. Hal ini agar ke depan menjaga kelestariannya.

" Jadi, setiap selesai menangkap, ular kemudian dimasukkan dalam karung, baru dirilis ke habitat lebih aman. Kalau kami biasanya memilih pinggiran kota Banjarmasin," jelasnya Hanafi.

Sudah Tangkap 2 Kobra dan Piton

Tim Animal Rescue adalah sekelompok orang yang memiliki jiwa sosial tinggi dibawah binaan BPBD Kota Banjarmasin.

Namun yang berbeda dengan relawan ini, mereka tidak hanya aktif di bidang sosial sesama manusia, namun juga memiliki kepedulian besar terhadap kelangsungan hewan.

Terutama ketika terjadi konflik antara manusia dengan binatang diantaranya seperti ular, Tim Animal Rescue pun siap membantu warga Banjarmasin yang membutuhkan.

Seorang personel Tim animal Rescue, Hanafi tidak menampik hal itu.

Bahkan beberapa hari di Januari 2020 ini tadi saja, jelasnya, sedikitnya sudah menerima tiga laporan terkait temuan ular oleh warga.

Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga.
Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga. (Tim Animal Rescue Banjarmasin)

Hasilnya pun cukup memuaskan. Karena selain merespon dengan cepat setiap laporan, semua misi yang pihaknya tangani juga berjalan tuntas.

"Iya, dan dari laporan tersebut, dua diantaranya adalah Kobra sedangkan satu sisanya adalah Sawa," jelas Hanafi.

Hanafi juga mengatakan dalam hal bantuan pihaknya menyediakan hotline aduan di nomor +62 831-5986-1450.

Lantas bagaimanakah jalannya setiap proses setiap penanganan atau rescue ular tersebut? Terus ikuti berita Banjarmasinpost.co.id.

Mereka Juga Peduli Ular

Tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta fenomena kemunculan ular seiring musim hujan rupanya juga kerap terjadi di kota seribu sungai.

Bahkan berdasarkan data yang diperoleh Banjarmasinpost.co.id baru tadi penampakan ular juga sempat mengagetkan sejumlah keluarga di Gang Nuri Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Tidak hanya mengagetkan, warga yang juga terlanjur geram dengan kehadiran sang reptil sempat bersusah payah menangkapnya hingga rela melubangi plafon rumahnya.

Saat ini bagi warga kota Banjarmasin yang mungkin menemui kasus serupa justru tidak perlu kawatir atau takut bila ingin mengevakuasi ular.

Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga.
Aksi Tim Animal Rescue Banjarmasin saat menangkap reptil membahayakan warga. (Tim Animal Rescue Banjarmasin)

Hal itu karena kota berjuluk seribu sungai telah memiliki sekelompok pemuda yang tidak hanya berani, melainkan juga sangat peduli akan nasib hewan termasuk ular.

Ya, mereka adalah Tim Animal Rescue, yang siap membantu bila dibutuhkan terutama pada penanganan terjadi konflik terhadap manusia dan ular.

Penasaran dengan tim animal rescue ini? Terus ikuti berita Banjarmasinpost.co.id. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved