Magnit Kampung Sungaitabuk

Air Sungai yang Segar Berasal dari Gunung Memanjakan Warga Kampung Sungaitabuk di Desa Kiram

Terletak di dataran tinggi dekat kawasan perbukitan dan pegunungan, Kampung Sungaitabuk di Desa Kiram, Kecamatan Karangintan

Air Sungai yang Segar Berasal dari Gunung Memanjakan Warga Kampung Sungaitabuk di Desa Kiram
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Beberapa warga dari kota bermain di Sungai Apukan yang dingin dan segar, akhir pekan lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Terletak di dataran tinggi dekat kawasan perbukitan dan pegunungan, Kampung Sungaitabuk di Desa Kiram, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), menyimpan pesona tersendiri. Selain suasana kampung yang masih alami, juga tentang air sungai setempat.

Sejak dulu hingga sekarang warga Sungaitabuk tak terlepas dari keberadaan air sungai setempat. Apukan, inilah nama sungai di Kampung Sungaitabuk. Air di sungai alam ini bersumber dari wilayah hulu yakni pegunungan.

Itulah sumber air kehidupan bagi warga Sungaitabuk. Saat kemarau ketika air di tandon besar yang berada di permukiman mengering, mereka mengandalkan air di Sungai Apukan untuk keperluan sehari-hari.

Penampakan Joroknya Pasar Tradisional Kota Wuhan, Tempat Virus Corona yang Membunuh 26 Orang

Kick-off Liga 1 2020 Dimajukan demi Timnas Indonesia, Cacat Ini Tanggal Pastinya!

Pengumuman Lokasi & Jadwal Tes SKD CPNS Kementerian Pendidikan dari Jakarta hingga Papua, Ayo Cek!

"Sudah biasa sejak dulu memang kami sering menggunakan air di Sungai Apukan. Termasuk untuk air minum. Alhamdulillah airnya masih bagus saja, masih alami. Tapi ya tentu mesti diendapkan dulu paling tidak satu malam," tutur Toni, tokoh warga Sungaitabuk, beberapa hari lalu.

Air di tandon yang ada di permukiman setempat pun juga bersumber dari air pegunungan yang berjarak sekitar satu kilometer. Pengalirannya memanfaatkan gaya gravitasi sehingga cukup menggunakan pipa berukuran sekitar 5-10 inchi.

Saat kemarau sumber air di kaki pegunungan tersebut yang berupa kolam kecil mengering. Karena itu selama puncak kemarau warga Sungaitabuk beralih ke air Sungai Apukan untuk mencukupi keperluan air harian.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved