Breaking News:

Magnit Kampung Sungaitabuk

Momen Tertentu Warga yang Datang ke Desa Kiram Bak Lautan Manusia, Ada Wisata Alam yang Memukau

Letaknya memang di ujung desa dan jauh dari kota. Namun Kampung Sungaitabuk yang berada di wilayah Desa Kiram, Kecamatan Karangintan

Penulis: Idda Royani | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Ribuan pengendara berjejal-jejal menuju Kiram Park, Sabtu pekan tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Letaknya memang di ujung desa dan jauh dari kota. Namun Kampung Sungaitabuk yang berada di wilayah Desa Kiram, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), kini telah sangat familiar bagi publik di Banua ini.

Bahkan pada momen tertentu, gelombang lautan manusia menyesaki kampung yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga (KK) itu. Hal itu terjadi sejak beberapa tahun terakhir sejak hadirnya objek wisata alam di wilayah setempat yakni Kiram Park.

Objek wisata alam yang berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga Kampung Sungaitabuk tersebut memang menyajikan panorama alam yang eksotis berupa area perbukitan dan pegunungan yang indah karena masih terbalut hutan yang menghijau.

Penampakan Joroknya Pasar Tradisional Kota Wuhan, Tempat Virus Corona yang Membunuh 26 Orang

VIRAL Video, Gadis Belia Dibebaskan Berbuat Mesum dengan Banyak Pria, Misinya Cari Suami Idaman Hati

FAKTA 6 ABG Jual Diri di Hotel Melati Banjarbaru, dari Kehabisan Uang hingga Lakukan Open Booking

Apalagi sejak beberapa tahun lalu tiap tahun digelar kontes durian di objek wisata tersebut. Dari waktu ke waktu peminatnya kian banyak. Bahkan kontes durian yang digelar tahun ini, Sabtu (18/1/2020), pengunjung membeludak berlipat ganda.

Sejauh sekitar tiga kilometer dari lokasi acara, jalanan setempat macet luar biasa. Ribuan unit kendaraan (roda empat dan dua) menyemut bergerak merayap. Arus lalu lintas menjadi sangat melambat dan bahkan macet.

"Tahun kemarin masih lancar saja lalu lintasnya meski agak padat. Tapi tahun ini ya ampun macet banget. Saya sampai menyerah dan balik kanan karena tak sanggup lagi terjebak kemacetan yang luar biasa," ucap Doni, warga Martapura, Rabu (22/1/2020).

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved