Berita Banjar
VIDEO Kampung Sungaitabuk, Letaknya Terpencil Tapi Jadi Rebutan Dua Daerah
Terpencil dan jauh dari ingar bingar keramaian kota tak lantas membuat Kampung Sungaitabuk terpinggirkan dalam sepi.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Terpencil dan jauh dari ingar bingar keramaian kota tak lantas membuat Kampung Sungaitabuk terpinggirkan dalam sepi. Sebaliknya, permukiman kecil ini jadi perhatian banyak pihak.
Investor bahkan melirik wilayah yang berada di Desa Kiram, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu.
Setidaknya sejak sekitar tiga tahun lalu telah beroperasi objek wisata alam yang dikelola pihak swasta yakni Kiram Park.
Dari waktu ke waktu makin banyak wisatawan lokal yang berkunjung. Apalagi di objek wisata tersebut kerap digelar event besar seperti kontes durian dan kerap menjadi persinggahan peserta adventure trail maupun offroad.
• Pupuk Bersubsidi Langka Akibat Ini, Petani di Binuang Terpaksa Beli Pupuk Non Subsidi Rp 300 Ribu
• Dua Pemuda Curi Ratusan Pak Plastik Diciduk Petugas Polsekta Banjarmasin Tengah
• Penampakan Joroknya Pasar Tradisional Kota Wuhan, Tempat Virus Corona yang Membunuh 26 Orang
• Ahok BTP Rayakan Imlek 2020 Bersama Sean Putra Veronica Tan, Kemana Puput Nastiti Devi?
Bahkan wilayah Kampung Sungaitabuk hingga kini masih menjadi rebutan antara Pemkab Banjar dan Tanahlaut (Tala).
Padahal sengketa tapal batas itu telah terjadi sejak belasan tahun silam sejak era Bupati Banjar Pangeran Khairul Saleh dan Bupati Tala H Adriansyah.
Bahkan sekarang persoalan administratif tersebut mulai berimbas pada gesekan kepemilikan lahan antarwarga.
Area atau titik batas yang sampai kini masih menjadi benang kusut yakni di wilayah Kampung Sungaitabuk.
Tercatat sebelas titik yang menjadi sengkarut batas dan baru satu titik yang telah dicapai kesepakatan antarkedua kabupaten.
Kalangan warga Sungaitabuk berharap pemerintah secepatnya menuntaskan persoalan batas tersebut. Pasalnya, jika terus berlarut-larut dikhawatirkan bakal makin kompleks permasalahan yang terjadi di level bawah (masyarakat).
"Saat ini saja sudah mulai terjadi persoalan lahan antarwarga. Warga dari kampung sebelah tiba-tiba saja melakukan penguasaan, padahal sudah jelas lahan itu milik kami," tutur beberapa warga Sungaitabuk.
Dikatakannya, warga kampung tetangga tersebut melakukan okupasi melalui intimidasi dan pengaruh fisik.
• Video Wisata Susur Sungai di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
• Api Lumat Rumah Suparno, Anggota BPK Ini Gendong Istri Suparno yang Stroke Jauhi Kebakaran
• Kamar Ditempati Syahnaz, Perlakuan Raffi Ahmad & Nagita Slavina pada Bayi Jeje Buat Ashanty Begini
Luasan lahan yang diklaim mencapai puluhan hektare yang di antaranya telah dimiliki perusahaan karet yang sebagiannya dulu dibeli dari warga Sungaitabuk.
Mengenai persoalan itu, tokoh warga Sungaitabuk sekaligus Ketua RT 02 Desa Kiram, Tony, membenarkan.
"Karena itu kami berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah batas wilayah Banjar-Tala agar tidak muncul gesekan-gesekan di tengah masyarakat menyangkut kepemilikan lahan seperti ini," ucapnya, pekan lalu.(banjarmasinpost.co.id /roy)