Berita Banjarmasin

K-Vision Kenalkan Kelola Digital, Transmodulator kepada LCO se-Kalimantan Selatan

Sebanyak 10 mitra Local Cable Operator (LCO) bertemu di Aula Damar, Hotel Tree Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (28/1/2020)

BANJARMASINPOST.CO.ID/AHMAD RIZKI ABDUL GANI
Sosialisasi Program Digital K-Vision di Hotel Tree Park Kabupaten Banjar, Kalsel, Selasa (28/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 10 mitra Local Cable Operator (LCO) bertemu di Aula Damar, Hotel Tree Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (28/1/2020) sore.

Datang dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan, kehadiran mereka untuk mengikuti Sosialisasi Program Digital K-Vision.

Turut hadir pula pada sosialisasi yang dikemas dalam forum diskusi grup tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) daerah Kalsel.

Sementara itu, seorang perwakilan MNC dan K-Vision, Aliansyah, menjelaskan, melihat saat ini adalah globalisasi.

Sedangkan landasan globalisasi adalah digitalisasi.

Penataan Kantor Gubernuran di Banjarmasin Dilanjutkan, Bangunan Rumah Banjar Bakal Direnovasi

Tiga Turbin di PLTA Pangeran Mochamad Noor Kalimantan Selatan Dioperasionalkan

Bangun Pusat Daur Ulang di Sungai Jingah Kota Banjarmasin Perlu Rp 9,6 MIliar

Daftar 16 Negara Positif Diserang Virus Corona, Tewaskan 106 Orang & 4.515 Terinfeksi, Indonesia?

Perang Dagang AS-Cina, Permintaan Lampit Rotan Kalimantan Selatan Menurun

Sehingga sudah sepatutnya tidak hanya penyiaran, , kata dia, melainkan juga dalam hal perusahaan pun seharusnya telah bergerak ke arah digitalisasi.

Untuk itu, K-Vision yang saat ini telah menjadi bagian keluarga dari MNC Group, menawarkan layanan penyiaran digital yang sangat berkualitas, efektif, efisiensi dan cepat.

Di antaranya, ketersediaan kelola digital.

Sehingga, jika mungkin operator harus datang ke pelanggan melakukan pemutusan dengan manual, kini bisa dilakukan secara otomatis dari jauh.

Begitu pula dengan kehadiran transmodulator, alat ini memberikan efisiensi, efektif dan kualitas siaran yang tinggi.

"Mungkin LCO menggunakan satu mesin hanya menyediakan satu kanal, sehingga kadang bertingkat-tingkat. Sedangkan dengan alat ini cukup satu, namun telah menyediakan sekitar 93 kanal kepada pelanggan," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kalsel, Drs Gufron Sahyar Gani, mengapresiasi  diskusi dan sosialisasi yang dilaksanakan PT Digital Vision Nusantara tersebut.

Kabiro Organisasi Setda Kalimantan Selatan Sebut Honorer Ini yang Dihapus

Pemilik Kotak Sumbangan Wajib Miliki Tanda Ini dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin Kalsel

Warga Gunung Tinggi Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Bisa Daftar Jadi Pelanggan PDAM

Aurel Hermansyah & Atta Halilintar Bahas Anak! Fakta Kisah Cinta Putri Ashanty & Krisdayanti Terkuak

Borok Rizky Febian Dibongkar Teddy Suami Lina, Putra Sule Itu Disebut Lakukan Ini pada Ibunya

Namun sesuai dengan semangat Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002, dia mengingatkan, bahwa industri penyiaran tetap bertujuan untuk memperkokoh nasional.

Kedua, membentuk watak dan karakter bangsa serta masyarakat Indonesia.

"Selain sebagai media informasi, media hiburan, kontrol sosial dan perekat sosial, sehingga dunia penyiaran ke depan bisa mencerdaskan, memberdayakan dan membangun masyarakat khususnya Kalimantan Selatan," tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved