Tak Ada Sekolah di Dusun Nanai
Belasan Anak Dusun Nanai Masih Berjuang Mendapatkan Pendidikan yang Layak
Karena terbiasa, Kipin pun seolah tak merasa lelah untuk berjalan kaki ke sekolah.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kipin menikmati usaha ia bersekolah setiap hari.
Karena terbiasa, Kipin pun seolah tak merasa lelah untuk berjalan kaki ke sekolah.
Ia juga senang bisa sekolah dan mendapatkan banyak teman.
Meski diantar sang ayah, Kipin tak pernah merepotkan ayahnya untuk minta gendong saat menuju atau pulang sekolah.
Ia merasa mampu berjalan kaki meski bisa dikatakan memerlukan waktu dan jarak tempuh yang cukup jauh.
Kipin baru kelas satu di SDN Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan.
• Keterbatasan Akses Pendidikan di Dusun Nanai, Siswa SD ini Jalan Kaki Dua Jam untuk ke Sekolah
• Jalan Menuju Dusun Nanai Berada di Hutan, Saat Hujan Jalan Licin, Tak Ada yang Berani Melintas
Karena masih kecil, ayahnya, Herman juga tak berani membiarkan sang anak berangkat sekolah sendirian.
Saat ini, dari informasi warga setempat, ada kurang lebih 14 anak yang berjuang seperti Kipin untuk berangkat sekolah.
Warga Dusun Nanai, terutama para orangtua berharap adanya sekolah di permukiman tersebut.
Gayung bersambut, Disdik Balangan juga merencanakan keberadaan SD kecil di dusun tersebut.
Rombongan Disdik Balangan yang langsung diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Balangan, Sulaiman Kurdi dan dikoordinatori oleh Sekretaris Disdik Balangan, Abdul Basid melakukan survei lokasi untuk pembangunan sekolah nantinya.
(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-kabup-ung-kecamatan-tebing-tinggi-balangan-kalsel.jpg)