Berita Kalteng
Video Bupati Usulkan Pemulangan Mahasiswa Kotim di Cina
Belum tuntasnya penyebaran virus corona di Negara Cina dan ditetapkannya Sampit sebagai salah satu dari 19 daerah rawan masuknya virus corona menjadi
Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Belum tuntasnya penyebaran virus corona di Negara Cina dan ditetapkannya Sampit sebagai salah satu dari 19 daerah rawan masuknya virus corona menjadi perhatian Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit yang selama ini merupakan satu-satunya rumah sakit terbesar dipersiapkan sejak dini untuk mengantisipasi jika ada warga Kotim yang terserang virus corona.
Informasi terhimpun, ada beberapa warga Kotim yang kuliah di Cina dan belum bisa pulang ke Kalteng.
Cina masih melakukan isolasi semua penduduk termasuk mahasiswa asal Indonesia yang ada di negara tersebut.
• Video Ditnarkoba Polda Kalsel Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ineks di Hadapan para Tersangka
• Video Detik-detik Penjemputan Paksa Nikita Mirzani, Eks Dipo Latief Sempat Tak Mau Keluar Mobil
Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, Jumat (31/1/2020) mengungkapkan, pihaknya turut peduli dengan nasib warga Kotim yang ada di Cina, terutama mahasiswa yang sedang belajar di negara tersebut.
"Kami masih melakukan pendataan warga Kotim terutama mahasiswa yang masih ada di Cina. Kami akan usulkan kepada Pemerintah Pusat agar warga Kotim yang ada di Cina dipulangkan saja. Ini masih dalam proses," ujarnya.
Lebih jauh, Supian Hadi, menjelaskan, mengantisipasi kemungkinan masuknya virus corona ke Sampit, pihaknya sudah berkoordinasi dan rapat bersama instansi terkait termasuk pihak RSUD dr Murjani Sampit untuk mengantisipasinya, termasuk menyediakan ruang isolasi.
"RSUD dr Murjani sudah siap untuk menangani jika memang ada nantinya warga yang tertular virus tersebut. Semua tenaga medis sudah siap menangan. Tapi tentu kami berharap tidak ada yang tertular," ujarnya lagi.
Pengawasan di Bandara H Asan Sampit maupun di Pelabuhan Sampit terus disiagakan mengantisipasi kemungkinan masuknya warga asing dari cina, dengan melakukan pemeruksaan suhu bandan penumpang,
Pengawasan terutama dilakukan di Pelabuhan Sampit.
Kepala Dinasa Kesehatan Kalteng, Suyuti Samsul, menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUD dr Murjani Sampit agar melakukan persiapan sejak dini, jika saja ada pasien yang mengidap virus berbahaya tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola RSUD dr Murjani untuk menanganinya," ujarnya.
banjarmasinpost.co / faturahman