Berita Viral
Kabar Bakso Tikus Sempat Viral Ternyata Tak Terbukti, Penyebar Video Minta Maaf, Tapi Pedagang Rugi
Kabar Bakso Tikus Sempat Viral Ternyata Tak Terbukti, Penyebar Video Minta Maaf, Tapi Pedagang Rugi
BANJARMASINPOST.CO.ID, MADIUN - Sempat viral kabar bakso tikus di Madiun, Jawa Timur, ternyata tak terbukti, penyebar video minta maaf namun pedagang sudah terlanjur rugi.
Kabar bakso tikus ini sempat viral di media sosial setelah video dari seorang warga menyebar.
Gara-gara seorang pembeli merekam bakso ada potongan benda yang diduganya adalah potongan tubuh tikus.
Belakangan, setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, kabar bakso tikus sempat viral itu tak terbukti kebenarannya.
• VIRAL di Medsos, Diduga Bakso Tikus Gegerkan Warga Madiun, Pedagang Mengaku Beli dari Pembuat
• VIRAL Pedangdut Cantik Lepas Bra Saat Goyang di Panggung, Si Candoleng-doleng Nekat karena Disawer
• Viral Virus Corona, Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Terkena Virus Ini Saat Liburan di Lokasi Ini
• Foto Ekspresi Bayi Nikita Mirzani Saat Ditahanan Jadi Sorotan, Eks Dipo Latief Banjir Dukungan
• Luna Maya & Ariel NOAH Sama-sama Bahas Pernikahan, Sosok Model Cantik Malah Disebut Dekat
Namun, apa daya, pedagang sudah alami kerugian kaibat kabar bakso tikus sempat viral itu.
Pedagang bakso bernama Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tidak terbukti menggunakan bahan daging tikus untuk baksonya.
Hal itu didasarkan pada hasil uji sampel di laboratorium yang dilakukan polisi.
Meski tidak terbukti, namun ia mengaku rugi setelah video yang diunggah perempuan berinisial ADR (20), pada Sabtu (25/1/2020) malam tersebut viral.
Pasalnya, dalam unggahan video itu menyebut bakso yang dijual Sugeng menggunakan daging tikus.
Akibatnya, masyarakat menjadi resah dan dan pelanggannya enggan untuk membeli bakso dagangannya.
Dikatakannya, sebelum kasus video itu viral di sosial media, sehari ia bisa mendapatkan omset Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Namun, pendapatannya sekarang jauh dari itu.
"Setelah viral, bakso yang saya jual hanya laku Rp 50.000-Rp 70.000. Saya berharap persoalan ini menjadi pelajaran berharga. Saya maafkan semua kejadian itu, lain waktu agar berhati-hati membuat status di media sosial,” ujar Sugeng.
Meski demikian, Sugeng mengaku berterimakasih kepada polisi yang berhasil membuktikan ketidakbenaran tudingan itu.
Ia berharap, setelah ada pembuktian dari polisi tersebut pelanggannya bisa kembali seperti semula.
Sementara itu, ADR (20) warga Dusun Jatus, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang mengunggah video bakso daging tikus milik Sugeng mengaku minta maaf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/screenshot-video-bakso-diduga-mengandung-daging-tikus-yang-viral-di-medsos.jpg)