Berita Viral

Kabar Bakso Tikus Sempat Viral Ternyata Tak Terbukti, Penyebar Video Minta Maaf, Tapi Pedagang Rugi

Kabar Bakso Tikus Sempat Viral Ternyata Tak Terbukti, Penyebar Video Minta Maaf, Tapi Pedagang Rugi

Editor: Royan Naimi
Istimewa/Surya/pixabay
Screenshot video bakso yang sempat dikabarkan mengandung daging tikus viral di medsos (kiri) namun akhirnya tak terbukti. Ilustrasi tikus (kanan). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MADIUN - Sempat viral kabar bakso tikus di Madiun, Jawa Timur, ternyata tak terbukti, penyebar video minta maaf namun pedagang sudah terlanjur rugi.

Kabar bakso tikus ini sempat viral di media sosial setelah video dari seorang warga menyebar.

Gara-gara seorang pembeli merekam bakso ada potongan benda yang diduganya adalah potongan tubuh tikus.

Belakangan, setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, kabar bakso tikus sempat viral itu tak terbukti kebenarannya.

VIRAL di Medsos, Diduga Bakso Tikus Gegerkan Warga Madiun, Pedagang Mengaku Beli dari Pembuat

VIRAL Pedangdut Cantik Lepas Bra Saat Goyang di Panggung, Si Candoleng-doleng Nekat karena Disawer

Viral Virus Corona, Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Terkena Virus Ini Saat Liburan di Lokasi Ini

Foto Ekspresi Bayi Nikita Mirzani Saat Ditahanan Jadi Sorotan, Eks Dipo Latief Banjir Dukungan

Luna Maya & Ariel NOAH Sama-sama Bahas Pernikahan, Sosok Model Cantik Malah Disebut Dekat

Namun, apa daya, pedagang sudah alami kerugian kaibat kabar bakso tikus sempat viral itu.

Pedagang bakso bernama Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tidak terbukti menggunakan bahan daging tikus untuk baksonya.

Hal itu didasarkan pada hasil uji sampel di laboratorium yang dilakukan polisi.

Meski tidak terbukti, namun ia mengaku rugi setelah video yang diunggah perempuan berinisial ADR (20), pada Sabtu (25/1/2020) malam tersebut viral.

Pasalnya, dalam unggahan video itu menyebut bakso yang dijual Sugeng menggunakan daging tikus.

Akibatnya, masyarakat menjadi resah dan dan pelanggannya enggan untuk membeli bakso dagangannya.

Dikatakannya, sebelum kasus video itu viral di sosial media, sehari ia bisa mendapatkan omset Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Namun, pendapatannya sekarang jauh dari itu.

"Setelah viral, bakso yang saya jual hanya laku Rp 50.000-Rp 70.000. Saya berharap persoalan ini menjadi pelajaran berharga. Saya maafkan semua kejadian itu, lain waktu agar berhati-hati membuat status di media sosial,” ujar Sugeng.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Kasat Reskrim, AKP Logos Bintoro menunjukkan hasil uji laboratorium yang menyebutkan tidak ada kandungan daging tikus dalam bakso yang dijual di Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Kasat Reskrim, AKP Logos Bintoro menunjukkan hasil uji laboratorium yang menyebutkan tidak ada kandungan daging tikus dalam bakso yang dijual di Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. (KOMPAS.COM/HUMAS Polres Madiun)

Meski demikian, Sugeng mengaku berterimakasih kepada polisi yang berhasil membuktikan ketidakbenaran tudingan itu.

Ia berharap, setelah ada pembuktian dari polisi tersebut pelanggannya bisa kembali seperti semula.

Sementara itu, ADR (20) warga Dusun Jatus, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang mengunggah video bakso daging tikus milik Sugeng mengaku minta maaf.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved