Wabah Virus Corona
Penularannya Ada di Mana-mana, Terbaru Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Kotoran Manusia
Penularannya Ada di Mana-mana, Terbaru Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Kotoran Manusia
BANJARMASINPOST.CO.ID - Penularannya Ada di Mana-mana, Terbaru Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Kotoran Diare.
Saat ini, perhatian para dokter terkait penyebaran virus corona terpusat pada sampel pernapasan dari kasus-kasus pneumonia. Namun, ada satu hal yang mungkin diabaikan dan mungkin menjadi sumber penyebarannya, yaitu diare.
Mengutip Bloomberg, novel coronavirus dideteksi pada kotoran dari kasus pertama di Amerika Serikat. Penemuan tersebut tidak begitu disorot dibandingkan dengan laporan dari Wuhan, China, yang disebut sebagai pusat penyebaran virus.
Namun, penemuan ini tidak mengejutkan para ilmuwan yang telah mempelajari virus corona ataupun para dokter yang telah akrab dengan penyakit yang menyebabkan SARS ini.
• Nenek 80 Tahun Bermain Cinta Lagi, Lawannya Pemuda 35 Tahun, Berawal dari Facebook Lalu Lakukan Ini
• 8 Hari Selesai, China Bangun Rumah Sakit Pasien Virus Corona, 4.700 Orang Bekerja 24 Jam Tanpa Henti
• Klasemen Liga Inggris Pekan 25 - Man City Kalah, Liverpool Makin Jauh, Tottenham Hotspur?
• Hasil Tottenham Vs Man City, Baru 4 Gabung, Pemain Debutan Bawa Spurs Taklukan The Citizens
Diare terjadi pada 10 hingga 20 persen pasien yang menderita SARS sekitar 17 tahun lalu dan menjadi sumber meledaknya wabah SARS di kompleks perumahan Amoy Gardens, Hong Kong.
Virus corona pada kotoran
Menurut Profesor Ilmu Kedokteran Hewan dan Biomedis di University of Minenesota, SARS dan virus corona Wuhan mengikat reseptor protein yang berbentuk sama di dalam tubuh dan ditunjukkan pada paru-paru serta usus.
Kondisi ini menjadikan organ tersebut target utama bagi kedua virus. Penemuan virus Wuhan, atau dikenal sebagai 2019-nCoV, ada di dalam materi kotoran dari seorang laki-laki berusia 35 tahun yang diperiksa di Providence Regional Medical Center Everett Washington .
"Penemuan ini menarik," kata seorang epidemiologis penyakit menular dari Departemen Kesehatan Washington, Scott Lindquist.
Menurut Scott, penemuan ini menambah pengetahuan tentang virus corona yang tengah mewabah.
Sejauh ini, para peneliti belum tahu penyebab pasti dari penyebaran 2019-nCoV dari manusia satu ke manusia lainnya.
Namun, diduga penyebabnya adalah melalui kontak dengan tetesan mengandung virus, yang dapat disebarkan melalui batuk dari orang yang terinfeksi dan ditularkan dengan tangan atau permukaan hingga objek lainnya.
Bukti
Dokter beberapa kali melaporkan diare pada pasien 2019-nCoV ke rumah sakit Wuhan, termasuk anggota keluarga Shenzen yang terinfeksi di Wuhan dan yang terbaru, kasus pertama AS di negara bagian Washington.
Pasien tersebut mengalami diare selama dua hari di mana sampel dinyatakan positif.
Namun demikian, Scott mengungkapkan bahwa laboratorium di Washington tidak berusaha untuk menumbuhkan virus dari spesimen tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-jumlah-kasus-virus-korona-yang-diketahui-melonjak-259-orang-telah-meninggal.jpg)