Berita Kabupaten Banjar

Hujan Deras di Banjar Tak Cuma Banjiri Jalan Raya, Tanaman Padi di Desa ini Juga Kena Dampaknya

Tingginya intensitas curah hujan Rabu (5/2/2020) tak cuma menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Martapura kebanjiran.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Abdul Hamid memindahkan benih padinya ke lahannya yang bertopografi tinggi, Kamis (6/2) siang. Area sawahnya saat ini kebanjiran hingga setinggi lutut orang dewasa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tingginya intensitas curah hujan Rabu (5/2/2020) tak cuma menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Martapura kebanjiran.

Petani di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pun turut terkena imbasnya.

Hal itu antara lain dirasakan kalangan petani di Desa Jingah Habangilir, Kecamatan Karangintan.

Hamparan persawahan setempat saat ini tergenang air lumayan.

Di antaranya melanda sawah milik Abdul Hamid.

Pabrik Uang Teddy, Suami Lina Bikin Hotman Paris Takjub, Setara dengan Sule si Ayah Rizky Febian?

Foto Via Vallen Nekat Begini Saat Wabah Virus Corona Disorot, Rival Nella Kharisma Curhat Benda Ini

Sosok Misterius yang Kuntit Nikita Mirzani Disinggung, Eks Dipo Latief & Sajad Ukra Cerita Penahanan

"Selutut saya ini dalamnya banjir di pahumaanku (sawahku, red)," ucap Hamid, Kamis (6/2/2020) siang.

Saat ditemui Banjarmasinpost.co.id, lelaki lanjut usia itu sedang beraktivitas di lahannya di daratan yang lebih tinggi, berjarak sekitar satu kilometer dari sawahnya.

Ia sibuk melacak (menanam bibit padi untuk dibesarkan).

Benih anakan padi yang ia lacak tampak kuyu.

"Ya ini tenggelam banih (bibit padi)nya jadi begini. Makanya saya pindahkan ke sini yang agak tinggi," tuturnya.

Sekadar diketahui pembudidayaan tanaman padi di lahan lebak dalam di Kalimantan Selatan, penyiapan bibit hingga tiga kali.

Diawali neradak (menyemai benih gabah di lubang tanam), selanjutnya setelah berusia sekitar dua bulan dilambak atau dipindah ke area persawahan di tempat yang agak tinggi.

Kemudian setelah agak besar dilacak di area persawahan dan selanjutnya setelah anakan bibit padi tersebut cukup besar dan berumpun banyak, barulah ditanam.

Itu sebabnya budidaya padi lokal memerlukan waktu lumayan lama yakni sekitar sembilan bulan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved